Meroket! Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp2,5 Juta per Gram?
Harga emas Antam hari ini kembali meroket! Tembus Rp2.583.000 per gram, didorong oleh ketegangan global. Cek harga jual dan buyback terbaru di sini.
Jakarta, JClarity – Laju kenaikan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan tren 'meroket'. Berdasarkan data terkini, harga emas Antam dilaporkan kembali melesat, menembus rekor baru dan memicu perhatian serius bagi para investor dan kolektor emas.
Pada hari ini, Minggu (16/11/2025), harga jual emas batangan Antam dengan satuan 1 gram tercatat berada di kisaran angka yang sangat tinggi, yakni **Rp2.583.000 per gram**. Kenaikan ini melanjutkan tren positif yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, yang mana sebelumnya harga emas 1 gram sempat berada di posisi Rp2.398.000, yang sudah mengalami kenaikan sebesar Rp2.000 dari hari sebelumnya. Kenaikan signifikan ini menegaskan posisi emas sebagai aset yang semakin dicari di tengah ketidakpastian global.
Kenaikan harga emas Antam ini sejalan dengan meningkatnya harga emas global di pasar komoditas internasional. Faktor utama yang mendorong lonjakan harga ini adalah ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, khususnya di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Israel dan Iran, yang belum mereda, secara historis selalu mendorong investor untuk beralih ke aset 'safe haven' seperti emas. Ketika risiko pasar meningkat, permintaan terhadap emas otomatis melonjak, yang kemudian tercermin pada harga jual di pasar domestik, termasuk di Indonesia.
Selain harga jual, harga pembelian kembali atau *buyback* emas Antam juga ikut terkerek naik. Hari ini, harga *buyback* emas 1 gram berada di kisaran **Rp2.251.000 per gram**. Bagi investor, tingginya harga *buyback* ini menjadi sinyal positif karena potensi keuntungan dari penjualan aset investasi mereka semakin besar. Namun, perlu dicatat bahwa harga yang tertera di situs resmi Antam maupun gerai mitra dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi harga emas dunia dan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing.
Pakar investasi mengingatkan para pemodal untuk tetap berhati-hati. Meskipun harga emas sedang tinggi, beberapa analis memprediksi bahwa kenaikan tajam ini mungkin tidak akan bertahan lama. Apabila ketegangan geopolitik mereda atau bank sentral Amerika Serikat (The Fed) mengeluarkan kebijakan moneter yang agresif, ada kemungkinan harga emas akan terkoreksi. Oleh karena itu, investasi emas batangan harus dilihat sebagai strategi jangka panjang untuk perlindungan nilai (hedging) dan bukan spekulasi jangka pendek.