Keuangan

Menkeu Yakin IHSG Melesat "To The Moon" Seiring Kebijakan Fiskal Moneter

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG melesat "to the moon". Keyakinan didorong kebijakan fiskal dan pengalihan likuiditas Rp200 T dari BI ke Himbara.

Jakarta · Friday, 10 October 2025 03:00 WITA · Dibaca: 28
Menkeu Yakin IHSG Melesat "To The Moon" Seiring Kebijakan Fiskal Moneter

JAKARTA, JClarity – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinan tinggi bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan terus menguat signifikan, bahkan melesat “to the moon” dalam jangka panjang. Optimisme ini didorong oleh serangkaian kebijakan fiskal dan moneter yang telah diterapkan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam beberapa waktu terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu Purbaya seusai menghadiri Dialog Pelaku Pasar Modal Bersama Menteri Keuangan RI di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada hari Kamis (9/10/2025). “Saya pikir IHSG akan cenderung naik terus, mungkin 10 tahun lagi seperti yang saya bilang tadi. Jadi, singkatnya IHSG *to the moon*,” ujar Menkeu, menggunakan istilah populer di kalangan investor untuk menggambarkan kenaikan harga aset yang dramatis.

Purbaya menjelaskan bahwa pergerakan di pasar saham merupakan cerminan dari ekspektasi positif investor terhadap kondisi ekonomi ke depan. Menurutnya, pertumbuhan pasar modal akan berjalan selaras dengan peningkatan perekonomian nasional yang terus menunjukkan tren positif.

Salah satu pendorong utama optimisme ini adalah kebijakan terbaru pemerintah terkait pengalihan likuiditas senilai Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI) ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini dinilai akan memperkuat struktur ekonomi nasional secara fundamental. “Likuiditas baru ini memang belum berjalan sebulan penuh, jadi efeknya belum terlihat signifikan, tetapi para pelaku pasar bisa memperkirakan dampaknya ke depan. Saya yakin perbaikan ini sifatnya struktural dan akan berkembang terus,” tegas Menkeu.

Dari sisi kebijakan fiskal, Purbaya meyakinkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih memiliki ruang anggaran yang cukup besar untuk terus mendukung dan mengembangkan pasar modal Indonesia jika diperlukan. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa tujuan utama pemerintah adalah mendorong pertumbuhan ekonomi, dan kenaikan pasar saham akan menjadi konsekuensi alami jika fundamental ekonomi membaik.

Pada penutupan perdagangan sesi I hari yang sama, IHSG tercatat menguat 33,93 poin atau 0,42 persen ke posisi 8.199,96, memberikan konteks positif terhadap sinyal optimisme yang disampaikan Menkeu.

Login IG