Menkeu Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Melambat Tipis Akibat Bencana Sumatra
Menkeu Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi Kuartal IV (Q4) melambat tipis akibat serangkaian bencana di Sumatra yang mengganggu rantai pasok dan logistik.
Jakarta, JClarity – Pejabat Tinggi Kementerian Keuangan, Purbaya, menyampaikan proyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV (Q4) tahun ini akan mengalami perlambatan tipis dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini dipicu oleh dampak negatif yang ditimbulkan oleh serangkaian bencana alam yang melanda beberapa wilayah sentra produksi dan logistik di Pulau Sumatra dalam periode tersebut.
Dalam keterangan pers di Jakarta, Purbaya menjelaskan bahwa meskipun secara fundamental perekonomian nasional masih menunjukkan resiliensi yang kuat, kerusakan infrastruktur dan gangguan pada rantai pasok akibat bencana di Sumatra, seperti banjir bandang dan aktivitas gunung berapi, diperkirakan akan menahan laju ekspansi PDB. Dampak utama terlihat pada sektor pertanian, perkebunan (termasuk CPO dan karet), serta biaya logistik yang melonjak karena terputusnya akses jalan utama.
“Kami memperkirakan perlambatan ini sangat minimal, kemungkinan akan berada di bawah batas atas proyeksi kami. Jika Kuartal III mencatatkan pertumbuhan di kisaran 5 persen, Q4 mungkin akan sedikit terkoreksi ke 4,9 persen atau di bawahnya, tergantung seberapa cepat pemulihan logistik di daerah terdampak,” ujar Purbaya. Ia menekankan bahwa dampak ini bersifat lebih terisolasi pada wilayah regional Sumatra dan tidak bersifat sistemik terhadap konsumsi domestik secara keseluruhan di Jawa dan wilayah Timur.
Menurutnya, kontribusi Sumatra terhadap PDB nasional, khususnya melalui komoditas ekspor dan pertambangan, cukup signifikan. Gangguan yang terjadi, meski hanya sesaat, dapat mempengaruhi kinerja neraca perdagangan dan produksi industri pengolahan yang berbasis bahan baku dari pulau tersebut. Pemerintah, lanjut Purbaya, telah menginstruksikan percepatan realisasi dana tanggap darurat untuk perbaikan infrastruktur vital agar jalur distribusi kembali normal sebelum tutup tahun anggaran.
Meskipun ada proyeksi perlambatan tipis di kuartal terakhir, Kementerian Keuangan tetap optimistis target pertumbuhan ekonomi tahunan secara keseluruhan masih dapat tercapai. Kebijakan fiskal yang ekspansif namun terukur dan didukung oleh tingkat inflasi yang relatif terjaga diharapkan mampu menjadi penyeimbang terhadap tekanan eksternal dan faktor insidental seperti bencana alam.