Keuangan

Menkeu Purbaya Heran: Uang Pemerintah Rp 285 Triliun Cuma Nganggur di Deposito?

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa heran dengan temuan dana pemerintah Rp 285,6 T 'nganggur' di deposito perbankan per Agustus 2025 & curiga ada permainan bunga.

JAKARTA · Monday, 20 October 2025 09:00 WITA · Dibaca: 39
Menkeu Purbaya Heran: Uang Pemerintah Rp 285 Triliun Cuma Nganggur di Deposito?

JAKARTA, JClarity – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan keheranan sekaligus kritik tajam mengenai temuan dana pemerintah pusat senilai fantastis Rp 285,6 triliun yang tersimpan dalam bentuk simpanan berjangka (deposito) di sejumlah bank komersial. Ia menilai, penempatan dana sebesar itu tanpa kejelasan tujuan yang kuat dapat merugikan keuangan negara.

Kecurigaan ini diungkapkan Menkeu Purbaya dalam acara “1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Jakarta, Kamis (16/10/2025). Berdasarkan data yang ia paparkan, simpanan berjangka tersebut mengalami lonjakan signifikan. Per Agustus 2025, nilainya mencapai Rp 285,6 triliun, meningkat drastis dari posisi akhir tahun sebelumnya, yakni Rp 204,2 triliun pada Desember 2024 dan Rp 204,1 triliun pada 2023.

“Agak aneh nih, kalau saya mau kritik-kritik. Wah, pemerintah pusat banyak duitnya, ya… Sekarang (Agustus 2025) yang di berjangka tuh ada Rp 285,6 triliun. Uang apa itu? Nanti kita akan investigasi,” ujar Purbaya dengan nada heran. Ia mengaku telah menanyakan asal-muasal dana jumbo tersebut kepada jajarannya di Kementerian Keuangan, namun jawaban yang didapat belum memuaskan. “Jangan sampai uang nganggur juga punya saya di perbankan. Tapi kalau saya tanya anak buah saya, nggak tau tuh uang apa. Mungkin pada ngibul ya,” tambahnya.

Menkeu Purbaya menduga kuat bahwa dana tersebut bukan murni kas pemerintah pusat, melainkan simpanan dari lembaga atau entitas di bawah kementerian yang sengaja ditempatkan dalam bentuk deposito untuk mendapatkan imbal hasil atau bunga. Ia pun menyoroti potensi kerugian negara akibat praktik ini. “Kan saya ngutang, dan bunga yang saya bayar pasti lebih tinggi daripada bunga deposito. Artinya negara rugi kalau begitu,” tegasnya, menjanjikan investigasi mendalam untuk menelusuri aliran dana dan memastikan tidak ada praktik penyimpanan yang merugikan keuangan negara.

Login IG