Pendidikan

Mendiktisaintek Minta Kampus Perkuat Pendidikan Berbasis Sains dan Inovasi

Mendiktisaintek Brian Yuliarto mendesak kampus perkuat pendidikan berbasis sains dan inovasi, termasuk adopsi AI, demi akselerasi reindustrialisasi dan target pertumbuhan ekonomi 8%.

BANDUNG · Saturday, 22 November 2025 15:00 WITA · Dibaca: 28
Mendiktisaintek Minta Kampus Perkuat Pendidikan Berbasis Sains dan Inovasi

BANDUNG, JClarity – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyerukan kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk segera memperkuat transformasi pendidikan, khususnya yang berbasis sains, teknologi, dan inovasi. Langkah strategis ini dinilai krusial sebagai fondasi utama dalam mengakselerasi pembangunan nasional dan merealisasikan target pertumbuhan ekonomi ambisius Indonesia.

Seruan penting tersebut disampaikan oleh Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam pertemuan Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MDGB-PTNBH) yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat (21/11) lalu. Dalam arahannya, Menteri Brian menekankan peran sentral perguruan tinggi sebagai 'pelopor' dan 'motor' penggerak utama dalam mewujudkan reindustrialisasi nasional. Target Indonesia untuk sejajar dengan negara maju, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai delapan persen, sangat bergantung pada kebangkitan industri yang didukung oleh inovasi dan teknologi.

Lebih lanjut, Brian Yuliarto secara khusus menyoroti perkembangan pesat Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini telah merambah berbagai sektor, mulai dari manajemen pengetahuan hingga riset material. Ia menegaskan, adopsi AI dalam ekosistem pendidikan tinggi merupakan kebutuhan mendesak untuk mempercepat proses penemuan dan inovasi.

Namun, Mendiktisaintek memberikan peringatan penting mengenai pemanfaatan teknologi ini. Menurutnya, adopsi AI harus diiringi dengan pemahaman yang kritis agar tidak justru menggerus kemampuan analitis dan berpikir kritis mahasiswa. Oleh karena itu, ia mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat evaluasi yang mendorong kemampuan bertanya, berpikir kreatif, dan higher-order thinking skills (HOTS), sebagaimana diterapkan di kampus-kampus kelas dunia.

“AI memang sangat powerful. Tetapi bagi orang-orang yang tidak mengerti dengan AI, dia akan terjebak dan dikendalikan AI. Sehingga dia tidak mampu berpikir kritis, berpikir analitis, dan tidak berkembang,” tegas Menteri Brian. Ia juga mengajak seluruh kampus untuk berkolaborasi dan berbagi pengalaman dalam mempelajari praktik dasar, integrasi, dan optimalisasi AI demi pembelajaran yang bertanggung jawab dan berdampak.

Penguatan pendidikan berbasis sains dan inovasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada publikasi riset, tetapi mampu berhilirisasi dan menjadi produk komersial yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Melalui penguatan ini, perguruan tinggi diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang memiliki integritas dan daya saing global, menjadikan kampus sebagai pusat solusi sosial dan pertumbuhan ekonomi bangsa.

Login IG