Pendidikan

Mendikdasmen Umumkan Kenaikan Insentif Guru Honorer dan Beasiswa S1 Ditargetkan untuk 150.000 Guru.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti umumkan insentif guru honorer naik dari Rp300 ribu jadi Rp400 ribu/bulan mulai 2026, serta alokasi 150.000 beasiswa S1/D4 bagi guru.

JAKARTA · Sunday, 02 November 2025 06:00 WITA · Dibaca: 57
Mendikdasmen Umumkan Kenaikan Insentif Guru Honorer dan Beasiswa S1 Ditargetkan untuk 150.000 Guru.

JAKARTA, JClarity – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan serangkaian kebijakan strategis yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan dan kualifikasi tenaga pendidik, khususnya guru honorer. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., memastikan bahwa insentif bulanan bagi guru honorer akan naik dan beasiswa pendidikan tinggi akan dialokasikan untuk 150.000 guru yang belum memiliki kualifikasi Sarjana (S1)/Diploma Empat (D4).

Kenaikan insentif bulanan ini menjadi kabar gembira bagi lebih dari 300.000 guru honorer di seluruh Indonesia. Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa mulai tahun anggaran 2026, insentif yang diterima guru honorer akan naik sebesar Rp100.000, dari sebelumnya Rp300.000 menjadi Rp400.000 per bulan. Kebijakan ini merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mendedikasikan waktu dan kemampuannya untuk mencerdaskan bangsa.

Selain kenaikan nominal, Kemendikdasmen juga mereformasi mekanisme penyaluran insentif. Dana akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru penerima, tanpa melalui proses birokrasi berlapis. Langkah ini diambil untuk mempercepat penyaluran dan meminimalkan kendala administrasi. Sebelumnya, pada tahun 2025, insentif tujuh bulan telah dibayarkan secara kumulatif pada Juli, dengan total sekitar Rp2,1 juta per guru penerima.

Dalam upaya peningkatan kualifikasi, Kemendikdasmen juga menyiapkan alokasi besar untuk program beasiswa S1/D4. Menteri Mu’ti menyebutkan bahwa pada tahun anggaran 2026, ditargetkan sebanyak 150.000 guru yang belum berkualifikasi S1 atau D4 akan menerima beasiswa. Program beasiswa ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa pada tahun 2025 yang telah menjangkau 12.500 guru, di mana masing-masing menerima bantuan senilai Rp3 juta per semester.

Pendidikan tinggi bagi guru ini difasilitasi melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Sistem RPL memungkinkan pengakuan pengalaman kerja guru sebagai kredit akademik, yang diharapkan dapat mempercepat masa studi. "Kami berharap program ini dapat selesai dalam waktu satu tahun, sehingga guru-guru yang menerima beasiswa bisa diwisuda pada tahun berikutnya dan mutu pendidikan di Indonesia dapat ditingkatkan," ujar Menteri Abdul Mu'ti, yang dilantik pada Oktober 2024.

Login IG