Mendikdasmen Targetkan 288.000 Smartboard Disalurkan Tahun Ini
Mendikdasmen Abdul Mu'ti targetkan 288.000 smartboard disalurkan tahun ini sebagai bagian program digitalisasi pembelajaran. 50.000 unit sudah terpasang.
JAKARTA, JClarity – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan komitmen pemerintah dalam program digitalisasi pembelajaran dengan menargetkan penyaluran 288.000 unit Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif pintar (smartboard) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2025. Target ini merupakan bagian dari upaya pemerataan teknologi untuk menunjang proses belajar mengajar di era digital.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti, saat ditemui di Jakarta Pusat pada Selasa (11/11/2025), mengungkapkan bahwa progres distribusi telah mencapai tahap signifikan. “Tahun ini kami fokus dulu pada 288.000, yang satu sekolah satu,” ujar Mu'ti. Dari jumlah target tersebut, ia menyebutkan bahwa lebih dari 50.000 unit smartboard telah digunakan oleh sekolah penerima, dan 150.000 unit lainnya sedang dalam proses pengiriman. Pemerintah juga berencana menggelar peluncuran resmi penggunaan IFP oleh Presiden pada tanggal 17 November 2025.
Program ini tidak berhenti pada target tahunan. Abdul Mu'ti menjabarkan rencana jangka menengah yang ambisius. Menindaklanjuti janji Presiden, pada tahun 2026, setiap sekolah direncanakan akan menerima tambahan tiga unit smartboard, sehingga total menjadi empat unit. Lebih jauh, pada akhir tahun 2027, pemerintah menargetkan setiap sekolah akan memiliki enam unit IFP. “Teorinya tiap kelas akan bisa memiliki IFP,” jelas Mu’ti, menandai visi jangka panjang untuk menciptakan ruang kelas digital yang merata.
Penyaluran IFP ini merupakan implementasi dari program digitalisasi pembelajaran, yang diperkuat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025. Perangkat ini dirancang sebagai alat interaktif, berbeda dengan televisi pintar biasa, di mana guru dan siswa dapat berkolaborasi langsung melalui layar sentuh, menyajikan konten berupa teks, video, audio, gamifikasi, hingga *augmented reality* untuk pengalaman belajar yang lebih dinamis dan menarik.
Program digitalisasi ini merupakan respons strategis terhadap berbagai tantangan pendidikan, termasuk rendahnya capaian literasi dan *learning loss* akibat pandemi. Dengan menyediakan perangkat dan konten interaktif, Kemendikdasmen berupaya memastikan anak-anak Indonesia dapat mengejar ketertinggalan sekaligus membekali mereka dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan abad ke-21.