Makin Mendunia, Bahasa Indonesia Kini Resmi Diajarkan di Universitas Al Azhar Mesir.
Program Studi Bahasa Indonesia resmi dibuka di Universitas Al-Azhar, Mesir, pada 6 November 2025, menjadi bahasa ke-15 yang diajarkan di universitas tersebut.
JAKARTA, JClarity – Bahasa Indonesia mencatat tonggak sejarah baru di kancah global setelah secara resmi dibuka sebagai Program Studi (Prodi) di Fakultas Bahasa dan Terjemahan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Peresmian bersejarah ini menandai pengakuan signifikan terhadap Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa penting dunia, sekaligus mempererat simpul diplomasi budaya antara Indonesia dan Mesir.
Peresmian Program Studi Bahasa Indonesia tersebut dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Abdul Mu'ti, di Kairo pada Kamis, 6 November 2025. Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu'ti menegaskan bahwa langkah ini merupakan tonggak penting pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Grand Sheikh Al-Azhar dan pimpinan universitas atas kepercayaan dan dukungannya.
Rektor Universitas Al-Azhar, Salamah Dawud, menyambut baik penambahan program studi ini. Dengan dibukanya Prodi ini, Bahasa Indonesia kini tercatat menjadi bahasa ke-15 yang diajarkan di salah satu universitas tertua dan paling terpandang di dunia Islam tersebut. Keberadaan Bahasa Indonesia di kampus ini dinilai penting tidak hanya untuk memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga sebagai upaya untuk memahami Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Program studi baru ini merupakan puncak dari perjalanan panjang, yang sebelumnya telah dimulai sejak 2016 melalui kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Awalnya, program tersebut berupa kursus Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), yang kemudian ditingkatkan menjadi bahasa pilihan kedua pada 2019. Program studi penuh Bahasa dan Sastra Indonesia ini mulai berjalan pada tahun akademik 2025/2026.
Lebih lanjut, Rektor Salamah Dawud menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Indonesia, khususnya dalam penyediaan tenaga pengajar yang berkualitas dan kompeten. Sementara itu, Menteri Abdul Mu'ti menekankan bahwa Bahasa Indonesia memiliki peran strategis sebagai salah satu bahasa dengan penutur terbanyak di dunia, serta berperan dalam membina mahasiswa Indonesia yang belajar di sana agar menjadi pelopor penyebaran nilai-nilai Islam moderat.