Keuangan

Laba Bank Digital Melejit, Kinerja Melesat Kalahkan Bank Konvensional

Laba Bank Digital Indonesia seperti Bank Jago dan Bank Neo Commerce melonjak hingga 132%, mengungguli kinerja bank konvensional berkat inovasi dan ekosistem digital.

JAKARTA · Sunday, 02 November 2025 05:00 WITA · Dibaca: 51
Laba Bank Digital Melejit, Kinerja Melesat Kalahkan Bank Konvensional

JAKARTA, JClarity – Industri perbankan digital Indonesia menunjukkan performa yang kian gemilang, dengan lonjakan laba bersih yang signifikan hingga triwulan ketiga (Q3) tahun 2025. Pertumbuhan kinerja yang melesat ini, bahkan disebut lebih mentereng, kontras, dan secara persentase jauh mengungguli rata-rata kinerja bank konvensional, menandai fase baru profitabilitas berkelanjutan di sektor teknologi finansial.

Data laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa sejumlah bank digital tidak hanya berhasil keluar dari zona merah kerugian, tetapi juga membukukan peningkatan laba hingga tiga digit secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Contohnya, PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 199 miliar per September 2025, melonjak drastis hingga 132% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian impresif juga ditorehkan oleh PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), yang sukses membalikkan kerugian pada semester I 2024 menjadi laba bersih sebesar Rp 276,05 miliar pada semester I 2025.

Akselerasi kinerja ini tidak lepas dari keberhasilan bank digital dalam memanfaatkan inovasi berkelanjutan dan strategi kolaborasi yang kuat dengan ekosistem digital. Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris Tandjung, menyatakan bahwa inovasi dan kolaborasi dengan berbagai mitra ekosistem keuangan digital adalah kunci dalam memberikan nilai tambah bagi nasabah, mendorong pertumbuhan di lini utama seperti penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, Bank Jago berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 23,5 triliun, melompat 36% YoY, serta menghimpun DPK sebesar Rp 23,9 triliun.

Secara umum, pertumbuhan laba bank digital didorong oleh pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) yang masih tumbuh tinggi. Tren positif ini juga diikuti oleh pemain lain. PT Bank Digital BCA (blu), misalnya, sempat mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 532,7% pada kuartal III 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan perolehan Rp 72,13 miliar. Kemudian, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) juga mencatat laba bersih Rp 41,97 miliar hingga triwulan ketiga 2025, naik 23,9% YoY, ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit digital.

Fenomena laba bank digital yang melejit ini sejalan dengan meningkatnya adopsi transaksi perbankan digital di masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai transaksi digital banking di Indonesia masih tumbuh signifikan, mencapai Rp 87 kuadriliun pada Desember 2024 dengan pertumbuhan 50,6% YoY. Meskipun demikian, para pelaku industri tetap menghadapi tantangan, terutama dalam menjaga efisiensi biaya operasional dan menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah, di tengah persaingan ketat perebutan DPK. Namun, dengan prospek pertumbuhan yang cerah dan total simpanan yang masih di bawah 1% dari total simpanan perbankan nasional, ruang untuk berekspansi bagi bank digital masih sangat besar.

Login IG