Keuangan

Kurs Dolar AS Perkasa, Rupiah Sentuh Rp 16.692 Hari Ini

Rupiah melemah 0,10% menjadi Rp 16.692 per Dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini di Jakarta, didorong oleh penguatan Dolar AS dan sentimen global.

Jakarta · Wednesday, 10 December 2025 20:00 WITA · Dibaca: 36
Kurs Dolar AS Perkasa, Rupiah Sentuh Rp 16.692 Hari Ini

Jakarta, JClarity – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (10/12/2025). Rupiah dilaporkan menyentuh level Rp 16.692 per Dolar AS, melanjutkan tren pelemahan di tengah sentimen pasar global yang penuh ketidakpastian. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 16 poin atau 0,10 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 16.676 per Dolar AS.

Penguatan mata uang Paman Sam, yang menjadi penyebab utama tertekannya Rupiah, didorong oleh sentimen risk-off global. Para investor cenderung kembali memilih Dolar AS sebagai aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus memanas. Selain itu, indeks Dolar AS (DXY) juga berada di titik konsolidasi yang tinggi, yang menunjukkan dominasi Dolar terhadap mata uang utama lainnya di pasar internasional. Kondisi ini membuat hampir semua mata uang regional di Asia mengalami tekanan serupa, sehingga pelemahan Rupiah berada dalam tren yang sejalan dengan pergerakan mata uang negara mitra dagang Indonesia.

Di dalam negeri, tekanan terhadap Rupiah juga dipengaruhi oleh respons pasar terhadap revisi kebijakan Dana Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Meskipun amandemen yang memungkinkan eksportir mengkonversi hanya 50 persen DHE mereka ke dalam Rupiah dipandang positif untuk menjaga likuiditas valuta asing domestik, pasar masih mencerna implikasinya secara keseluruhan. Beberapa analis turut menyoroti sentimen negatif domestik dan ketidakpastian politik yang, dalam pandangan mereka, ikut memicu arus modal asing (capital outflow) keluar dari pasar keuangan Indonesia.

Bank Indonesia (BI) terus mengambil langkah stabilisasi untuk meredam tekanan. Otoritas moneter memastikan intervensi terukur dilakukan di berbagai kanal, termasuk pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF) off-shore, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Selain itu, BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk memperkuat transmisi kebijakan dan menjaga stabilitas pasar. Peningkatan suplai valuta asing dari eksportir, yang didorong oleh penguatan kebijakan DHE SDA, diharapkan dapat menambah pasokan valas dan menahan pelemahan Rupiah. Diperkirakan, Rupiah akan bergerak dalam rentang perdagangan antara Rp 16.625 hingga Rp 16.725 per Dolar AS hari ini.

Login IG