Keuangan

Kucuran Investasi Rp491,4 Triliun Masuk ke Indonesia per Kuartal III 2025, Intip Porsinya

Realisasi investasi di Indonesia capai Rp491,4 Triliun pada Kuartal III 2025, didominasi PMA (60%). Intip porsi sektor, lokasi, dan serapan tenaga kerjanya.

JAKARTA · Saturday, 18 October 2025 08:00 WITA · Dibaca: 57
Kucuran Investasi Rp491,4 Triliun Masuk ke Indonesia per Kuartal III 2025, Intip Porsinya

JAKARTA, JClarity – Realisasi investasi di Indonesia menunjukkan tren positif yang impresif. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atau Kementerian Investasi baru saja mengumumkan bahwa total kucuran investasi yang masuk ke dalam negeri selama periode Kuartal III (Juli-September) tahun 2025 mencapai angka fantastis, yakni Rp491,4 triliun. Angka ini merupakan capaian tertinggi dalam beberapa kuartal terakhir dan menegaskan optimisme investor terhadap iklim perekonomian nasional.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, dalam konferensi pers di Jakarta, menyatakan bahwa realisasi tersebut tidak hanya berhasil melampaui target triwulanan yang dipatok, tetapi juga telah menyerap ratusan ribu tenaga kerja. "Dari total Rp491,4 triliun yang masuk pada Kuartal III 2025 ini, kami mencatat lebih dari 350.000 lapangan kerja baru tercipta di berbagai sektor," ujarnya. Capaian ini merupakan hasil dari upaya pemerintah dalam mempermudah perizinan dan fokus pada investasi yang berbasis hilirisasi industri.

Jika diintip lebih dalam, porsi investasi didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencapai 60% dari total realisasi, setara dengan Rp294,84 triliun. Sementara itu, kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berada di angka 40%, atau sekitar Rp196,56 triliun. Keseimbangan ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor asing terus menguat, diiringi dengan kemampuan modal domestik yang semakin tangguh untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi.

Berdasarkan sektornya, lima sektor penyumbang investasi terbesar pada Kuartal III 2025 masih didominasi oleh sektor-sektor strategis. Posisi teratas ditempati oleh Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya, yang mencapai lebih dari Rp90 triliun. Sektor ini disusul oleh Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi; kemudian Sektor Listrik, Gas, dan Air; Sektor Pertambangan; dan Sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran.

Adapun sebaran geografis investasi menunjukkan keberlanjutan fokus pemerintah untuk pemerataan pembangunan di luar Jawa. Meskipun Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten tetap menjadi destinasi utama, wilayah seperti Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur masuk dalam lima besar lokasi investasi, terutama didorong oleh proyek-proyek besar di sektor pertambangan dan hilirisasi nikel serta bauksit. Realisasi di luar Pulau Jawa tercatat mencapai sekitar 55%, mengindikasikan keberhasilan desentralisasi ekonomi.

Dengan capaian Rp491,4 triliun di Kuartal III, total akumulasi investasi Indonesia per September 2025 diproyeksikan telah melampaui 75% dari target tahunan yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp1.800 triliun. Pemerintah optimis, dengan iklim investasi yang kondusif dan stabilitas politik yang terjaga, target investasi nasional hingga akhir tahun 2025 akan tercapai, bahkan terlampaui, demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Login IG