Pendidikan

Kritik Anies Baswedan Soal Sistem Pendidikan: Sudah Kuno

Anies Baswedan mengkritik sistem pendidikan Indonesia yang dinilai kuno dan tidak relevan dengan abad ke-21, menekankan perlunya reformasi dari hafalan ke imajinasi.

JAKARTA · Sunday, 19 October 2025 01:00 WITA · Dibaca: 51
Kritik Anies Baswedan Soal Sistem Pendidikan: Sudah Kuno

JAKARTA, JClarity – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang juga tokoh nasional, Anies Baswedan, melontarkan kritik keras terhadap sistem pendidikan di Indonesia, menyebutnya sudah “kuno” dan tidak lagi relevan dengan tantangan abad ke-21. Pernyataan ini disampaikan Anies dalam forum ASEAN for the Peoples Conference di The Sultan Hotel, Jakarta, baru-baru ini.

Anies menjelaskan bahwa ada ketidaksesuaian signifikan antara peserta didik dan sistem yang digunakan saat ini. “Saya pikir ada fenomena hari ini yang sedang kita hadapi, yaitu kita memiliki anak-anak abad ke-21. Namun, sistem sekolah kita masih beroperasi dengan pola pikir abad ke-20,” ujar Anies. Ia menambahkan bahwa kritik ini tidak hanya tertuju pada kurikulum dan cara mengajar guru, namun juga tata ruang kelas yang ia nilai masih menggunakan pola lama, bahkan dari abad ke-19.

Menurutnya, sistem pendidikan saat ini masih terjebak pada desain era industri, yang menekankan pada instruksi massal, hafalan, dan keseragaman. Kondisi ini, kata Anies, membuat sistem pendidikan menjadi tidak siap untuk era jaringan digital dan laju perubahan yang sangat cepat, menjadikannya “ketinggalan zaman” dan tidak relevan. Ia menilai bahwa akar persoalan terletak pada sistem yang belum dirancang untuk kebutuhan generasi masa kini.

Lebih lanjut, Anies menyoroti adanya “ketimpangan imajinasi” sebagai masalah yang lebih dalam. Ketimpangan ini, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap guru, fasilitas, atau sekolah, melainkan juga tentang peluang bagi anak-anak untuk bermimpi dan membayangkan masa depan mereka. Ia menekankan bahwa impian seorang anak merupakan fungsi dari pengetahuan yang dimilikinya, sehingga pengetahuan yang relevan menjadi sangat penting.

Dalam konteks solusi, Anies menegaskan pentingnya mereformasi sistem sekolah dari pola pikir abad ke-20 menjadi pola pikir abad ke-21, serta mengatasi kesenjangan imajinasi. Sebelumnya, ia juga pernah menyarankan agar pemerintah fokus kepada kualitas guru dan kepala sekolah sebagai kunci perbaikan pendidikan, alih-alih terus-menerus mengotak-atik buku dan kurikulum. Ia menutup kritiknya dengan menyerukan agar semua pihak bersyukur atas kemajuan yang sudah dicapai, memperbaiki kekurangan yang ada, dan fokus pada hal-hal yang dapat dikerjakan tanpa saling menyalahkan.

Login IG