Kritik Anies Baswedan Soal Sistem Pendidikan: Sudah Kuno
Anies Baswedan mengkritik sistem pendidikan nasional saat ini, menyebutnya "kuno" dan tidak relevan. Ia menyerukan perombakan fokus dari hafalan ke berpikir kritis.
JAKARTA, JClarity – Bakal calon presiden (Bacapres) Anies Baswedan melontarkan kritik tajam terhadap sistem pendidikan nasional saat ini, menyebutnya sudah "kuno" dan tidak relevan dengan tantangan masa depan. Pernyataan ini disampaikan Anies dalam sebuah forum diskusi publik bertajuk 'Masa Depan Pendidikan Indonesia' yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menekankan bahwa struktur kurikulum dan metode pengajaran yang berlaku saat ini masih terperangkap pada pola pikir era revolusi industri pertama dan kedua. Menurutnya, fokus yang terlalu besar pada hafalan materi ketimbang kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah adalah akar dari kekunoan tersebut.
"Sistem pendidikan kita saat ini lebih cocok untuk mencetak pekerja pabrik di masa lalu, yang membutuhkan kepatuhan dan kemampuan menghafal prosedur. Padahal, yang dibutuhkan hari ini adalah lulusan yang memiliki kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan cepat," ujar Anies di hadapan peserta diskusi yang didominasi oleh akademisi dan pegiat pendidikan.
Anies menggarisbawahi perlunya perombakan paradigma pendidikan dari sekadar mengukur nilai akademik menjadi penanaman 'profil pelajar masa depan' yang tangguh, berkarakter, dan melek digital. Ia menambahkan, investasi besar pada infrastruktur dan teknologi pendidikan tidak akan optimal jika esensi dan filosofi pengajarannya tidak diubah.
Lebih lanjut, ia mengusulkan agar kurikulum bergeser fokus pada penguatan literasi dan numerasi dasar, diikuti dengan pengembangan *soft skills* yang relevan dengan kebutuhan Society 5.0, seperti etika digital dan kewirausahaan sosial. Menurutnya, tanpa perubahan mendasar ini, Indonesia akan terus menghasilkan generasi yang tidak siap bersaing di kancah global.
Kritik yang disampaikan Anies ini menambah daftar panjang perdebatan mengenai arah kebijakan pendidikan nasional, khususnya di tengah implementasi Kurikulum Merdeka yang digalakkan oleh pemerintah. Pernyataan ini diharapkan dapat memicu dialog yang konstruktif dan solutif di antara para pemangku kepentingan untuk memastikan kualitas pendidikan Indonesia selaras dengan tuntutan zaman.