Sains

Klaim Temuan Batuan Tertua di Bumi, Usianya 4,16 Miliar Tahun!

Penelitian terbaru di Kanada memperkuat klaim temuan batuan tertua di Bumi, Nuvvuagittuq Greenstone Belt, dengan usia minimum 4,16 miliar tahun. Ini membuka wawasan ke Eon Hadean.

JAKARTA · Saturday, 08 November 2025 10:00 WITA · Dibaca: 50
Klaim Temuan Batuan Tertua di Bumi, Usianya 4,16 Miliar Tahun!

JAKARTA, JClarity – Sebuah penemuan monumental dalam bidang geologi kembali mencuat, memperkuat klaim bahwa sekelompok batuan di Kanada merupakan sisa-sisa kerak primordial Bumi yang paling tua. Berdasarkan studi terbaru, batuan yang terletak di kawasan terpencil itu diperkirakan berusia sedikitnya 4,16 miliar tahun, membuka jendela unik untuk mengintip Eon Hadean, masa-masa paling awal planet ini terbentuk.

Klaim ini berpusat pada formasi geologis bernama Nuvvuagittuq Greenstone Belt (NGB), yang terletak di pesisir timur Teluk Hudson, Quebec, Kanada. Tim peneliti, yang dipimpin oleh Jonathan O'Neil, seorang profesor ilmu lingkungan dari University of Ottawa, memublikasikan temuan mereka dalam jurnal bergengsi *Science* pada akhir Juni 2025. Penelitian ini secara signifikan memperkuat dugaan kontroversial yang pernah diajukan oleh tim yang sama pada tahun 2008, di mana mereka sempat memperkirakan usia batuan tersebut mencapai 4,3 miliar tahun.

Untuk menentukan usia batuan kuno yang minim kandungan mineral Zirkon—standar emas dalam penanggalan radioaktif—tim O'Neil menggunakan pendekatan berbeda. Mereka menganalisis batuan intrusi (magma purba yang menyusup ke batuan induk) dalam NGB menggunakan dua metode penanggalan isotop radioaktif, khususnya peluruhan Samarium menjadi Neodymium. Konsistensi hasil kedua metode tersebut menunjukkan usia batuan intrusi adalah 4,16 miliar tahun. Karena batuan intrusi harus lebih muda daripada batuan yang dimasukinya, angka 4,16 miliar tahun menjadi usia minimum bagi formasi batuan NGB secara keseluruhan.

Jika klaim ini terbukti benar dan diterima secara luas oleh komunitas geologi, NGB akan menggeser Acasta Gneiss Complex, juga di Kanada, yang saat ini diakui sebagai batuan tertua di Bumi dengan usia 4,03 miliar tahun. Pentingnya penemuan ini bukan hanya sekadar memecahkan rekor, melainkan juga memberikan petunjuk vital mengenai bagaimana Bumi, yang terbentuk sekitar 4,57 miliar tahun lalu, perlahan mendingin dari bola lava menjadi planet dengan kerak padat.

Profesor O'Neil menegaskan bahwa batuan purba ini ibarat 'jendela' menuju 500 juta tahun pertama kehidupan Bumi, yang dikenal sebagai Eon Hadean. Dengan mempelajari komposisi kimia batuan ini, para ilmuwan berharap dapat memperoleh wawasan tentang kondisi geokimia dan lautan purba tempat kehidupan pertama kali mungkin muncul. Wawasan ini tidak hanya relevan untuk memahami asal-usul kehidupan di Bumi, tetapi juga dapat membantu pencarian jejak kehidupan di planet lain, seperti Mars.

Login IG