Keuangan

Keputusan Suku Bunga BI Hari Ini: Rupiah Menanti, Akankah Tetap 'Tahan' di 6,25%?

Bank Indonesia (BI) hari ini mengumumkan keputusan suku bunga acuan (BI-Rate). Mayoritas analis memprediksi BI-Rate akan ditahan di 4,75% setelah agresif turun dari puncaknya 6,25%.

Jakarta · Thursday, 02 October 2025 15:00 WITA · Dibaca: 52
Keputusan Suku Bunga BI Hari Ini: Rupiah Menanti, Akankah Tetap 'Tahan' di 6,25%?

JAKARTA, JClarity – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan keputusan krusial mengenai suku bunga acuan (BI-Rate) hari ini. Setelah serangkaian pemangkasan agresif, fokus pasar kini beralih dari pertanyaan apakah BI akan 'Tahan' di level tertingginya 6,25% menjadi apakah bank sentral akan mengakhiri siklus pelonggaran yang telah membawa BI-Rate ke level terendah sejak tahun 2022.

Sebagai konteks, level 6,25% merupakan puncak suku bunga yang pernah ditetapkan BI sebelum memulai siklus pelonggaran agresifnya. Berdasarkan data terkini, BI telah memangkas BI-Rate sebanyak lima kali berturut-turut pada tahun 2025, yang totalnya mencapai 150 basis poin (bps) dari puncaknya, hingga mencapai 4,75% pada September 2025. Mayoritas ekonom dan analis pasar memprediksi bahwa BI akan mempertahankan (menahan/ *hold*) BI-Rate di level 4,75% pada RDG bulan ini, guna mengevaluasi efektivitas transmisi kebijakan dan menjaga stabilitas, meskipun ada prediksi yang lebih agresif yang melihat potensi penurunan ke 4,25% di akhir tahun.

Keputusan untuk menahan suku bunga (di level 4,75%) didasarkan pada dua pertimbangan utama: stabilitas nilai tukar Rupiah dan urgensi pendorong pertumbuhan ekonomi. Meskipun nilai tukar Rupiah cenderung stabil dan menguat belakangan ini, didukung oleh aliran masuk modal asing dan stabilisasi BI, kehati-hatian tetap diperlukan. Selain itu, tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) diprakirakan tetap rendah dan terkendali, berada dalam kisaran sasaran BI 2,5% ± 1% untuk tahun 2025 dan 2026.

Di sisi lain, dorongan untuk pertumbuhan ekonomi menjadi pertimbangan utama mengapa BI telah melakukan pemangkasan agresif. Meskipun Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada Triwulan II 2025 mencatat pertumbuhan 5,12% (*year-on-year*), yang merupakan laju tercepat dalam dua tahun, peningkatan penyaluran kredit perbankan masih berjalan lambat. Dengan menahan suku bunga, BI memberikan waktu bagi suku bunga kredit perbankan untuk menyesuaikan diri dan meneruskan stimulus moneter yang sudah ada ke sektor riil, alih-alih mengambil langkah pemotongan mendadak yang dapat memicu gejolak pasar.

Faktor eksternal juga turut menentukan. Ekspektasi penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Fund Rate/FFR) semakin kuat, yang memberikan ruang gerak lebih luas bagi BI untuk melakukan pelonggaran. Namun, dengan menahan BI-Rate di 4,75% pada keputusan hari ini, Bank Indonesia akan mengirimkan sinyal ke pasar bahwa mereka tetap waspada terhadap ketidakpastian global jangka pendek, sambil menunggu langkah konkret dari The Fed. Pasar kini menanti pernyataan resmi dari Gubernur BI, Perry Warjiyo, untuk mendapatkan panduan kebijakan moneter ke depan.

Login IG