Kemendikdasmen Titip 197 Guru Ikuti Program Rekognisi Pembelajaran Lampau di Unismuh Makassar
Kemendikdasmen titip 197 guru untuk Program RPL di Unismuh Makassar. Tujuannya agar guru afirmasi PGSD & PGAUD raih S1, lanjut PPG, dan sertifikasi.
Makassar, JClarity – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menitipkan sebanyak 197 guru untuk mengikuti Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Penyerahan guru-guru afirmasi ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualifikasi guru di Indonesia.
Kunjungan dan penitipan 197 guru ini dilakukan oleh Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF), Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kemendikdasmen, Suparto SAg MEd PhD, kepada Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abdul Rakhim Nanda, di Ruang Tamu Rektor Lantai 17 Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar pada Selasa, 14 Oktober 2025.
Suparto menjelaskan bahwa ke-197 guru tersebut telah dikukuhkan sebagai mahasiswa baru Unismuh Makassar Tahun Akademik 2025/2026 melalui jalur RPL afirmasi. Rinciannya terdiri dari 102 orang mahasiswa afirmasi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan 95 orang mahasiswa afirmasi Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGAUD).
“Kami titip guru-guru untuk dididik di Unismuh Makassar. Harapan kami, mereka lulus jadi sarjana. Tidak harus cumlaude. Setelah lulus mereka bisa ikut PPG (Pendidikan Profesi Guru) dan setelah itu sertifikasi,” ujar Suparto, menekankan target program ini untuk mempercepat peningkatan kualifikasi guru.
Ia menambahkan, para guru yang mengikuti RPL afirmasi ini memiliki latar belakang beragam dan mayoritas belum memiliki gelar S1 karena berbagai kendala, seperti faktor jarak tempat tinggal dari kampus, biaya, hingga faktor motivasi, terutama bagi guru yang sudah berusia 50 tahun. Oleh karena itu, tugas utama Unismuh adalah memotivasi dan menjaga semangat belajar mereka hingga menyelesaikan pendidikan sarjana.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abdul Rakhim Nanda, menyambut baik kepercayaan dari Kementerian ini. “Kami siap mendidik dan membina teman-teman guru dalam program RPL ini. Ini adalah sebuah kepercayaan dari Kementerian kepada Unismuh Makassar,” tegas Dr. Rakhim Nanda, menegaskan komitmen institusinya dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.
Program RPL sendiri merupakan langkah strategis yang memberikan kesempatan kepada individu yang telah memiliki pengalaman kerja atau pembelajaran nonformal dan informal untuk mendapatkan pengakuan kredit akademik, sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus memulai dari awal. Program ini juga ditekankan untuk menghindari praktik perkuliahan ‘kelas jauh’ yang tidak sesuai standar.