Pendidikan

Kemendikdasmen Kenalkan 'Rumah Pendidikan' Super-App Inovasi Digital Indonesia di EduTech Asia 2025

Kemendikdasmen RI resmi perkenalkan 'Rumah Pendidikan', super-app terintegrasi untuk ekosistem pendidikan Indonesia, di EduTech Asia 2025 di Singapura.

Jakarta · Monday, 10 November 2025 22:00 WITA · Dibaca: 44
Kemendikdasmen Kenalkan 'Rumah Pendidikan' Super-App Inovasi Digital Indonesia di EduTech Asia 2025

JAKARTA, JClarity – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia secara resmi memperkenalkan 'Rumah Pendidikan', sebuah *super-app* terintegrasi yang digadang-gadang menjadi solusi digital terpadu bagi seluruh ekosistem pendidikan nasional, di ajang bergengsi EduTech Asia 2025 yang diselenggarakan di Singapura. Langkah strategis ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mengakselerasi transformasi digital sektor pendidikan, menjadikannya sorotan utama inovasi teknologi regional.

Peluncuran 'Rumah Pendidikan' disambut antusias oleh para pelaku industri dan pemangku kepentingan pendidikan dari seluruh Asia. Aplikasi ini dirancang untuk menyatukan berbagai platform digital yang sebelumnya beroperasi secara terpisah—mulai dari materi Kurikulum Merdeka, modul pelatihan dan pengembangan profesional guru (seperti Platform Merdeka Mengajar/PMM yang telah berevolusi), sistem administrasi data pokok pendidikan (Dapodik), hingga kanal komunikasi interaktif antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah. Tujuan utamanya adalah menciptakan pengalaman belajar-mengajar dan manajemen sekolah yang lebih efisien, terpersonalisasi, dan inklusif di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Dalam konferensi pers di sela-sela acara, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Budi Santoso, menyatakan bahwa 'Rumah Pendidikan' adalah manifestasi nyata dari visi pemerintah untuk menciptakan pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan melalui teknologi. “Kami tidak hanya membangun sebuah aplikasi; kami membangun sebuah rumah digital yang dapat diakses oleh setiap guru, siswa, dan orang tua, di mana pun mereka berada di Nusantara. Inovasi ini adalah upaya kami untuk memperkecil jurang pemisah digital dan memastikan bahwa kualitas pendidikan kelas dunia dapat dinikmati hingga ke daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar),” ujar Menteri Santoso.

Partisipasi aktif Kemendikdasmen di EduTech Asia 2025 tidak hanya menjadi panggung untuk memamerkan produk nasional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi strategis dengan perusahaan edutech global. Delegasi Indonesia dilaporkan sedang menjajaki potensi kemitraan, khususnya dalam pengembangan fitur berbasis Kecerdasan Buatan (AI) untuk adaptasi pembelajaran dan analisis *big data* untuk peningkatan kebijakan pendidikan yang berbasis bukti.

Menurut rencana, 'Rumah Pendidikan' akan memasuki tahap uji coba ekstensif di 10.000 sekolah percontohan di berbagai provinsi mulai kuartal ketiga tahun ini, sebelum diluncurkan secara bertahap kepada publik secara nasional pada awal tahun ajaran berikutnya. Dengan potensi menjangkau lebih dari 50 juta pemangku kepentingan, *super-app* ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung digital bagi masa depan pendidikan Indonesia.

Login IG