Pendidikan

Kemendikdasmen Catat Masih Ada 233 Ribu Guru Belum Bergelar S1 atau D4

Kemendikdasmen mencatat 233.818 guru belum S1/D4, mayoritas PAUD dan SD. Pemerintah luncurkan Program Kualifikasi Akademik dengan skema RPL dan bantuan dana.

Jakarta, JClarity · Saturday, 11 October 2025 15:00 WITA · Dibaca: 45
Kemendikdasmen Catat Masih Ada 233 Ribu Guru Belum Bergelar S1 atau D4

JAKARTA, JClarity – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat bahwa hingga saat ini, masih ada sebanyak 233.818 guru di Indonesia yang belum memenuhi kualifikasi akademik minimal Strata 1 (S1) atau Diploma IV (D4). Data ini menjadi dasar peluncuran program strategis untuk percepatan peningkatan kualifikasi tenaga pendidik, khususnya di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD).

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa pemenuhan kualifikasi ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Menurutnya, mayoritas guru yang belum bergelar sarjana berasal dari jenjang PAUD dan SD, karena rekrutmen awal berdasarkan regulasi lama, seperti Undang-Undang Sisdiknas Nomor 2 Tahun 1989, yang hanya mensyaratkan minimal pendidikan Diploma 2 (D2) untuk guru SD. “Pendidikan usia dini adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, pemenuhan kualifikasi guru PAUD dan SD menjadi prioritas agar layanan pendidikan semakin merata dan bermutu,” ujar Suharti.

Untuk menjawab tantangan ini, Kemendikdasmen meluncurkan Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik (PKA) S1/D4 dengan memanfaatkan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Skema ini memungkinkan guru yang sudah berpengalaman menuntaskan studi S1 atau D4 dengan lebih cepat. Secara khusus, kelompok afirmasi, yaitu guru yang berusia 47 hingga 55 tahun, dapat menyelesaikan studi dalam waktu rata-rata dua semester karena pengalaman mengajar, pelatihan, dan portofolio mereka dapat diakui setara dengan 70 persen beban SKS.

Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen, Suparto, merincikan bahwa dari total 233.818 guru, sebanyak 99.725 adalah guru TK/PAUD dan 83.779 adalah guru SD. Pada tahap pertama di tahun 2025, program PKA menargetkan 12.500 peserta yang terdiri dari 6.745 guru TK/PAUD dan 5.755 guru SD, melalui kerja sama dengan 91 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di seluruh Indonesia. Pemerintah juga memberikan dukungan finansial berupa bantuan biaya pendidikan hingga maksimal Rp 3 juta per semester per guru.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa peningkatan kualifikasi akademik guru adalah prioritas nasional. “Guru adalah ujung tombak pendidikan. Dengan peningkatan kualifikasi dan kompetensi, kita menyiapkan generasi muda Indonesia yang lebih siap menghadapi masa depan,” katanya, sambil mengakui bahwa kendala geografis dan ekonomi menjadi faktor utama keterlambatan pemenuhan kualifikasi. Selain guru PAUD dan SD, program serupa untuk guru jenjang SMP, SMA, SMK, dan SLB rencananya akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026.

Login IG