Jumlah Pengangguran Capai 7 Juta, Kemendikdasmen: Keterampilan Belum Selaras dengan Industri.
Kemendikdasmen mengakui ketidakselarasan keterampilan lulusan pendidikan formal dengan kebutuhan industri menjadi pemicu 7 juta pengangguran di Indonesia. Revitalisasi kurikulum dan Link & Match diintensifkan.
Jakarta, JClarity – Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia masih berada pada level yang mengkhawatirkan, dengan total jumlah penganggur mencapai sekitar 7 juta jiwa pada periode terkini. Menanggapi angka tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara terbuka mengakui bahwa salah satu kontributor utama adalah adanya kesenjangan kompetensi atau *skill mismatch* yang signifikan antara lulusan institusi pendidikan dengan kebutuhan riil dunia industri.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, [Nama Pejabat/Direktur Jenderal Fiktif], juru bicara Kemendikdasmen, menjelaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah memastikan kualitas lulusan, khususnya dari jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dapat beradaptasi secara cepat terhadap dinamika dan tuntutan era Industri 4.0. Menurutnya, meskipun terdapat peningkatan kuantitas lulusan setiap tahunnya, banyak yang masih terperangkap dalam kurikulum yang usang atau fasilitas praktik yang tidak memadai, membuat keterampilan mereka tertinggal dari perkembangan teknologi di pasar kerja.
Analisis BPS menunjukkan bahwa kelompok usia muda (15-24 tahun) dan lulusan SMK/SMA masih menjadi penyumbang terbesar angka TPT. Kondisi ini menciptakan paradoks di mana perusahaan sering kali mengeluhkan minimnya ketersediaan tenaga kerja terampil yang siap pakai, sementara di sisi lain jutaan lulusan berjuang mendapatkan pekerjaan yang relevan. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan vokasi dan kurikulum nasional.
Sebagai langkah konkret, Kemendikdasmen mengklaim telah mengintensifkan program 'Link and Match' yang melibatkan kemitraan strategis dengan ribuan perusahaan. Program ini mencakup revitalisasi kurikulum berbasis kompetensi industri, pengadaan sertifikasi keahlian bagi tenaga pendidik, dan kewajiban magang industri yang lebih panjang dan terstruktur bagi siswa. Targetnya adalah memastikan setiap lulusan memiliki setidaknya satu sertifikasi kompetensi yang diakui oleh sektor industri sebelum memasuki pasar kerja.
Pemerintah berharap bahwa upaya kolaboratif ini, yang melibatkan pemerintah daerah, industri, dan institusi pendidikan, dapat secara bertahap menekan angka pengangguran struktural. Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan relevansi pendidikan demi membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang siap berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dan mencapai target Indonesia Emas 2045.