Keuangan

JP Morgan, Blackrock, Hingga Vanguard Ramai-Ramai Tambah Kepemilikan Saham BRI.

Blackrock, Vanguard, dan JP Morgan ramai-ramai menambah kepemilikan saham BBRI di Kuartal III-2025, mencerminkan tingginya kepercayaan investor global.

JAKARTA · Friday, 03 October 2025 07:00 WITA · Dibaca: 18
JP Morgan, Blackrock, Hingga Vanguard Ramai-Ramai Tambah Kepemilikan Saham BRI.

JAKARTA, JClarity – Kepercayaan investor institusi global terhadap prospek PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) semakin menguat. Hal ini tercermin dari aksi borong saham oleh tiga raksasa manajer aset dunia, yakni JP Morgan Chase & Co., BlackRock, dan Vanguard Group, yang secara kolektif meningkatkan kepemilikan mereka di saham BBRI sepanjang Kuartal III tahun 2025.

Aksi akumulasi ini menandakan optimisme investor asing terhadap fundamental dan strategi bisnis Bank BRI. Mengutip data Bloomberg per 1 Oktober 2025, investor asing kelas kakap tersebut ramai-ramai menambah porsi kepemilikan mereka di bank yang fokus pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut. BlackRock, misalnya, tercatat menggenggam 2,41 miliar saham BBRI pada akhir Kuartal III 2025. Jumlah ini meningkat 3,9% dari kuartal sebelumnya yang sebesar 2,32 miliar saham. Secara keseluruhan, BlackRock telah menambah sekitar 231 juta saham BRI sepanjang tahun 2025, dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang sebesar 2,18 miliar saham.

Sementara itu, Vanguard Group memperkuat posisinya sebagai investor asing terbesar di BBRI. Hingga Kuartal III/2025, kepemilikan Vanguard di saham BRI mencapai 3,31 miliar saham. Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan dari 3,28 miliar saham pada kuartal II/2025, dan jauh di atas 2,99 miliar saham yang mereka miliki pada akhir 2024.

Fenomena serupa juga terjadi pada JP Morgan. Setelah sempat mencatatkan pelepasan saham di kuartal sebelumnya, raksasa keuangan ini kembali menambah kepemilikannya. Pada periode Juli hingga September 2025, JP Morgan mengoleksi 905,32 juta saham BRI. Jumlah ini sedikit lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 892,9 juta saham, meski belum kembali ke posisi akhir 2024 yang sempat mencapai 1,93 miliar saham.

Kepala Analis Pasar Modal menilai masuknya dana segar dari institusi sebesar BlackRock, Vanguard, dan JP Morgan merupakan sinyal kuat (market trust) terhadap ketahanan kinerja BBRI. Optimisme ini diperkirakan didorong oleh fundamental Perseroan yang solid, fokus pada transformasi bisnis melalui inisiatif BRIvolution, serta kemampuannya untuk mencatat kenaikan harga saham sebesar 1,87% dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan koreksi yang dialami oleh mayoritas saham perbankan berkapitalisasi besar (big banks) lainnya.

Direktur Utama BRI, sebelumnya menyampaikan bahwa strategi transformasi yang berkesinambungan dan fokus pada penguatan fundamental, seperti peningkatan kapabilitas digital dan penerapan manajemen risiko yang memadai, menjadi kunci untuk mempertahankan daya saing. Transformasi ini bertujuan untuk menjadikan BRI sebagai bank yang adaptif, inklusif, dan berbasis nilai, sekaligus memperkuat posisinya sebagai bank terbesar dan paling inklusif di Indonesia.

Login IG