ITS Kembangkan Paving Porous Ramah Lingkungan untuk Mitigasi Banjir
ITS Surabaya merilis paving porous ramah lingkungan berbahan fly ash untuk mitigasi banjir perkotaan. Inovasi ini disiapkan untuk mendukung infrastruktur berkelanjutan. (159 karakter)
SURABAYA, JClarity – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memperkenalkan sebuah terobosan infrastruktur berkelanjutan berupa paving porous (berpori) berbasis *fly ash* sebagai solusi konkret dan ramah lingkungan untuk mitigasi banjir perkotaan. Inovasi ini dirancang untuk mengatasi masalah genangan air yang kian marak akibat alih fungsi lahan dan rendahnya kemampuan penyerapan air pada perkerasan konvensional.
Ketua Tim Penelitian dari Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) ITS, Dr. Eng Yuyun Tajunnisa ST MT, menjelaskan bahwa fenomena banjir kerap terjadi karena perkerasan di perkotaan mayoritas memiliki permeabilitas yang rendah. Jenis perkerasan seperti paving block konvensional tidak mampu mengalirkan air secara efektif, sehingga air hujan tertahan di permukaan dan menimbulkan genangan.
Paving porous yang dikembangkan tim ITS menawarkan mekanisme yang berbanding terbalik dengan paving biasa, yakni memungkinkan air hujan untuk diserap kembali ke dalam tanah secara alami. Aspek ramah lingkungan dari inovasi ini terletak pada pemanfaatan limbah pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yaitu *fly ash*, sebagai pengganti sebagian bahan semen.
Langkah subtitusi material semen dengan *fly ash* tersebut memiliki dampak ganda. Selain mengurangi timbulan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan, inovasi ini juga berhasil menekan biaya produksi dan mengurangi emisi karbon dari proses pembuatan material konstruksi. Pemanfaatan limbah ini sejalan dengan upaya nasional untuk mewujudkan ekonomi sirkular dan infrastruktur hijau.
Lebih lanjut, Yuyun memaparkan bahwa pengembangan paving porous ini telah melalui serangkaian pengujian ketat di laboratorium, meliputi uji kuat tekan, porositas, dan laju infiltrasi, yang seluruhnya disesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi *fly ash* dan CaCO₃ mampu menghasilkan paving yang tidak hanya kuat secara mekanis, tetapi juga memiliki tingkat permeabilitas yang tinggi, menjadikannya ideal untuk diaplikasikan pada area parkir, jalan perumahan, atau trotoar.
Inovasi paving porous ITS ini tidak berhenti di lingkup akademis. Dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), tim DTIS ITS telah memperluas penerapannya melalui kolaborasi nyata dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumberejo, Probolinggo. Dr. Yuyun menilai bahwa pengembangan paving berbasis *fly ash* ini menjadi peluang besar bagi desa-desa untuk menciptakan usaha bernilai ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memberikan dampak positif terhadap mitigasi bencana lingkungan di wilayah mereka.