Sains

ITS Kembangkan Paving Porous Berbasis Limbah Batu Bara untuk Mitigasi Banjir Ramah Lingkungan

ITS Surabaya kembangkan paving porous dari limbah batu bara (fly ash) sebagai solusi inovatif mitigasi banjir perkotaan sekaligus mengelola sampah industri secara ramah lingkungan.

Surabaya · Tuesday, 21 October 2025 04:00 WITA · Dibaca: 49
ITS Kembangkan Paving Porous Berbasis Limbah Batu Bara untuk Mitigasi Banjir Ramah Lingkungan

Surabaya, JClarity – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan komitmennya dalam pembangunan berkelanjutan dengan meluncurkan inovasi perkerasan jalan ramah lingkungan. Melalui Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS), ITS berhasil mengembangkan *paving porous* yang memanfaatkan limbah pembakaran batu bara, atau yang dikenal sebagai *fly ash*, sebagai solusi ganda untuk mitigasi banjir perkotaan dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Ketua Tim Penelitian DTIS ITS, Dr. Eng Yuyun Tajunnisa ST MT, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan atas fenomena banjir yang kian masif. Menurutnya, alih fungsi lahan yang masif serta penggunaan perkerasan konvensional dengan permeabilitas rendah di wilayah perkotaan menjadi penyebab utama terhambatnya penyerapan air, yang berujung pada genangan. Paving block konvensional dinilai memiliki daya serap yang sangat rendah.

Sebagai respons, tim peneliti DTIS ITS merancang *paving porous* yang memungkinkan air hujan terserap kembali ke tanah secara alami dan efektif. Material utamanya menggunakan *fly ash*, limbah dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), sebagai substitusi parsial terhadap semen. Pemanfaatan limbah ini tidak hanya menyelesaikan masalah penumpukan sampah industri, tetapi juga berhasil menekan biaya produksi dan mengurangi jejak emisi karbon dari penggunaan semen konvensional.

Penelitian ini telah melalui serangkaian pengujian laboratorium yang ketat, meliputi uji kuat tekan, porositas, dan laju infiltrasi, yang seluruhnya disesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-0691-1996 dan SNI 7752:2012. Dr. Yuyun memaparkan bahwa kombinasi formulasi antara *fly ash* dan CaCO₃ terbukti menghasilkan *paving* dengan karakteristik mekanis yang kuat sekaligus memiliki tingkat permeabilitas yang tinggi, memastikan perkerasan ini layak untuk aplikasi infrastruktur.

Didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), riset ini kini telah memasuki tahap hilirisasi dan komersialisasi. ITS telah menjalin kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumberejo, Kecamatan Paiton, Probolinggo, untuk memperluas produksi. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata pada peningkatan perekonomian lokal sembari menyediakan solusi infrastruktur hijau yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia untuk menghadapi ancaman banjir di musim penghujan.

Login IG