Isi Bulan Terungkap, Ternyata Ini yang Membuat Tak Bisa Bercahaya
Inti Bulan terungkap sebagai bola padat sepadat besi. Penemuan ini perkuat fakta ilmiah bahwa Bulan adalah benda langit berbatu yang hanya memantulkan cahaya Matahari.
Jakarta, JClarity – Misteri terdalam tentang inti Bulan, satelit alami Bumi, dilaporkan telah terungkap oleh komunitas ilmiah global. Struktur internal yang selama ini menjadi subjek perdebatan panjang, kini dikonfirmasi merupakan bola padat dengan kepadatan yang sangat mirip dengan besi.
Penemuan mutakhir mengenai 'isi' Bulan ini, yang disajikan oleh tim peneliti internasional, secara ilmiah kembali menegaskan dan memperkuat pemahaman mendasar tentang sifat Bulan sebagai objek langit yang tidak mampu menghasilkan cahayanya sendiri.
Studi terbaru yang dipublikasikan oleh tim astronom yang dipimpin oleh Arthur Briaud dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (CNRS) menunjukkan bahwa inti dalam Bulan memiliki radius sekitar 258 kilometer dengan kepadatan yang menyerupai material logam. Temuan ini diperoleh dengan menganalisis data seismik yang cermat dari misi-misi terdahulu, termasuk data gempa Bulan dari misi Apollo, yang memungkinkan para ilmuwan untuk memodelkan struktur interior Bulan yang sebelumnya masih berupa teka-teki.
Kepala peneliti, Arthur Briaud, menyoroti bahwa demonstrasi keberadaan inti dalam yang padat ini tidak hanya memberikan wawasan baru mengenai struktur Bulan, tetapi juga mempertanyakan evolusi medan magnet Bulan di masa lampau. Penemuan ini secara efektif mengakhiri spekulasi tentang inti Bulan yang mungkin sepenuhnya cair.
Meskipun penemuan inti padat ini merupakan lompatan besar dalam pemahaman struktural, ia sekaligus memperkuat fakta ilmiah yang telah lama ada terkait sifat cahaya Bulan. Berbeda dengan Matahari atau bintang-bintang yang menghasilkan energi dan bersinar melalui fusi nuklir, komposisi internal Bulan—meski memiliki inti logam padat—menunjukkan bahwa ia tidak memiliki mekanisme untuk memproduksi cahaya.
Para ahli astronomi menegaskan bahwa alasan utama mengapa Bulan tidak bisa “bercahaya” sendiri adalah karena ia secara fundamental merupakan benda langit berbatu. Cahaya rembulan yang kita saksikan di malam hari merupakan fenomena pantulan murni dari sinar Matahari yang jatuh ke permukaannya yang dilapisi debu batuan (regolith). Dengan demikian, isi Bulan yang terungkap sebagai benda padat dan berbatu, jauh dari sifat bintang, adalah jawaban ilmiah pasti yang menjelaskan mengapa ia hanya bertindak sebagai cermin kosmik.