Inti Bulan Mirip Bumi: Ilmuwan Akhirnya Pastikan Lapisan Terdalamnya Padat
Ilmuwan akhirnya konfirmasi inti terdalam Bulan adalah bola padat, mirip dengan Bumi, terbuat dari besi, mengakhiri perdebatan 50 tahun.
Jakarta, JClarity – Sebuah misteri yang telah diperdebatkan selama lebih dari 50 tahun mengenai struktur terdalam Bulan akhirnya terpecahkan. Tim ilmuwan internasional telah memastikan bahwa satelit alami Bumi ini memiliki inti dalam yang padat, terbuat dari material kaya besi, yang strukturnya secara mengejutkan sangat mirip dengan inti Bumi.
Temuan signifikan ini, yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi *Nature*, mengakhiri spekulasi panjang mengenai apakah inti Bulan bersifat cair sepenuhnya atau bahkan 'berongga', dan memberikan pemahaman baru yang mendalam tentang sejarah geologis serta evolusi Tata Surya awal.
Penelitian yang dipimpin oleh astronom Arthur Briaud dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (CNRS) memanfaatkan serangkaian data gabungan dari berbagai misi antariksa, termasuk data seismik lama dari misi Apollo, pengukuran laser Bulan, dan data deformasi Bulan akibat tarikan gravitasi Bumi. Data ini kemudian diolah melalui pemodelan numerik mutakhir.
Model yang paling sesuai dengan data observasi menunjukkan bahwa inti Bulan memiliki dua lapisan: inti luar yang cair dan inti dalam yang padat. Struktur 'mirip Bumi' ini terdiri dari inti dalam padat dengan radius sekitar 258 kilometer, dikelilingi oleh lapisan inti luar cair dengan radius sekitar 362 kilometer.
Para ilmuwan menghitung bahwa inti dalam padat tersebut memiliki kepadatan sekitar 7.822 kilogram per meter kubik, yang sangat mendekati kepadatan besi murni. Ukuran inti dalam ini sendiri merepresentasikan sekitar 15 persen dari total radius Bulan.
Implikasi dari konfirmasi inti padat ini sangat luas. Temuan ini secara eksplisit mendukung skenario *mantle overturn* (pembalikan mantel global) pada Bulan, yang menjelaskan bagaimana material padat yang lebih berat tenggelam ke pusat sementara material yang lebih ringan bergerak ke permukaan. Selain itu, adanya inti dalam padat dan inti luar cair sangat relevan dalam menjelaskan mengapa Bulan pernah memiliki medan magnet yang kuat pada masa lampau, yang kemudian meredup sekitar 3,2 miliar tahun yang lalu.
Struktur berlapis yang terkonfirmasi ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai dinamika internal Bulan dan menandai tonggak penting dalam upaya para ilmuwan untuk memetakan bagian dalam objek-objek berbatu di Tata Surya. Temuan ini juga menguatkan hasil studi serupa pada tahun 2011 yang dilakukan oleh ilmuwan NASA, Renee Weber, yang mendeteksi adanya inti padat melalui analisis seismologi pada data misi Apollo.