Inovasi Digital UAD Bawa 'Ramalan Cuaca Akurat' ke Lahan dan Laut Parangtritis
UAD meluncurkan sistem digital LTC dan aplikasi BiruSmart di Parangtritis, Bantul, untuk menyediakan ramalan cuaca akurat real-time demi meningkatkan keselamatan nelayan dan produktivitas petani.
YOGYAKARTA, JClarity – Di tengah tantangan perubahan ikikm ekstrem yang semakin tak menentu, masyarakat pesisir Parangtritis, Bantul, kini memiliki dukungan teknologi mutakhir. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui program pengabdian masyarakat (PkM) telah meluncurkan sistem pemantau cuaca cerdas untuk memberikan informasi cuaca yang cepat dan presisi kepada petani dan nelayan di wilayah tersebut. Inovasi ini menjadi angin segar bagi upaya peningkatan produktivitas dan keselamatan di lahan maupun laut.
Sistem digital yang diperkenalkan oleh tim UAD terdiri dari dua komponen utama: **Lampu Lalu Lintas Cerdas (LTC)** dan aplikasi seluler **BiruSmart**. LTC berfungsi sebagai stasiun pengumpul data yang dilengkapi sensor-sensor untuk memantau suhu, arah dan kecepatan angin, curah hujan, hingga arus air. Seluruh data tersebut kemudian disinkronisasi secara waktu nyata (*real-time*) dan dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi BiruSmart di ponsel Android masyarakat.
Dr. Choirul Fajri, Ketua Tim Program dari UAD, menjelaskan bahwa teknologi ini dirancang untuk menjadi data pendukung bagi pengetahuan lokal yang selama ini diandalkan oleh masyarakat. “Kami ingin memberikan data tambahan yang akurat dan berbasis waktu nyata, bukan untuk menggantikan intuisi dan pengalaman lapangan para petani dan nelayan,” ujar Dr. Choirul Fajri.
Dampak positif dari inovasi ini terasa langsung. Bagi petani, informasi yang lebih jelas mengenai kondisi cuaca memungkinkan mereka merencanakan waktu tanam dan panen dengan lebih baik, yang sebelumnya kerap terganggu akibat salah membaca perubahan musim. Sementara itu, nelayan mendapatkan manfaat krusial dari fitur data gelombang dan angin, yang sangat penting untuk menilai keamanan kondisi laut sebelum memutuskan untuk melaut. Sujita, salah seorang perwakilan nelayan Parangtritis, menyampaikan antusiasme, "Dengan alat ini, kami bisa tahu kondisi ombak lebih dulu. Itu sangat penting untuk keselamatan kami,”.
Program ini merupakan bagian dari Program Transformasi Teknologi dan Inovasi (PTTI) 2025, yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Selain instalasi alat, tim UAD juga memberikan pelatihan digital marketing dan pemahaman regulasi guna melindungi kegiatan produksi dan distribusi hasil tangkapan maupun panen. Inisiatif multidisiplin yang melibatkan tim dari bidang komunikasi, hukum, informatika, dan teknik elektro UAD ini diharapkan dapat menjadikan Parangtritis sebagai percontohan model ekonomi biru berbasis teknologi di Indonesia.