Keuangan

Indeks Kepercayaan Publik Naik pada Oktober 2025, Purbaya: Tanda Pemulihan Ekonomi

IKP Indonesia naik signifikan pada Oktober 2025. Ekonom Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kenaikan ini sebagai tanda pemulihan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

Jakarta · Tuesday, 28 October 2025 19:00 WITA · Dibaca: 39
Indeks Kepercayaan Publik Naik pada Oktober 2025, Purbaya: Tanda Pemulihan Ekonomi

JAKARTA, JClarity – Indeks Kepercayaan Publik (IKP) Indonesia kembali menunjukkan tren positif yang signifikan pada Oktober 2025, mencatatkan kenaikan untuk bulan ketiga berturut-turut. Kenaikan IKP ini disambut baik oleh otoritas ekonomi, dengan Purbaya Yudhi Sadewa, seorang ekonom senior dan pejabat kunci, yang menyebutnya sebagai “tanda semakin kuatnya pemulihan ekonomi nasional”.

Berdasarkan rilis data terbaru yang dikeluarkan oleh Lembaga Survei Ekonomi dan Opini Publik (LSEOP), IKP tercatat berada pada level 128,4, meningkat dari 126,1 pada September 2025. Angka di atas 100 mengindikasikan adanya dominasi responden yang menyatakan optimistis terhadap kondisi ekonomi dibandingkan yang pesimistis. Peningkatan ini didorong terutama oleh membaiknya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi mereka terhadap masa depan.

“Kenaikan IKP ke level pra-pandemi ini adalah sinyal yang sangat jelas bahwa upaya pemulihan ekonomi telah membuahkan hasil di tingkat akar rumput,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, yang saat ini menjabat sebagai Deputi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam konferensi pers di Jakarta (28/10). “Sentimen positif ini didasari oleh dua faktor utama: membaiknya kondisi pasar tenaga kerja dan terkendalinya inflasi, yang menjaga daya beli masyarakat.”

Purbaya lebih lanjut menjelaskan bahwa komponen yang paling signifikan mendorong lonjakan ini adalah Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) enam bulan ke depan, yang melonjak ke angka 135,9. Kenaikan IEK mencerminkan keyakinan publik terhadap prospek ketersediaan lapangan pekerjaan dan perkiraan pendapatan di masa depan. Optimisme ini diperkuat oleh stabilnya harga komoditas pangan esensial dan efektivitas program bantuan sosial pemerintah.

Meskipun demikian, otoritas tetap menekankan perlunya kewaspadaan, terutama terhadap risiko global. “Kita harus terus memonitor volatilitas harga energi dan suku bunga global. Namun, momentum optimisme publik ini adalah modal berharga. Pemerintah dan Bank Indonesia akan terus menjaga koordinasi kebijakan fiskal dan moneter agar laju pemulihan ini dapat dipertahankan dan bahkan dipercepat hingga akhir tahun 2025,” tutup Purbaya.

Login IG