Ilmuwan Ungkap Penuaan Bintang Bisa Menelan Planet dengan Orbit di Bawah 12 Hari.
Studi terbaru Dr. Edward Brant menggunakan data TESS menemukan bintang yang menua (raksasa merah) menelan planet dengan orbit di bawah 12 hari akibat gaya pasang surut.
JAKARTA, JClarity – Sebuah studi astronomi terbaru yang komprehensif berhasil mengumpulkan bukti kuat mengenai nasib planet-planet yang mengorbit terlalu dekat dengan bintang induk yang menua. Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Monthly Notices of the Royal Astronomical Society pada pertengahan Oktober 2025 ini menunjukkan bahwa planet raksasa dengan periode orbit kurang dari 12 hari berada pada risiko tertinggi untuk ditelan oleh bintang mereka saat bertransisi menjadi raksasa merah (red giant).
Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Edward Brant dari University College London (UCL) dan University of Warwick, Inggris. Tim ilmuwan menganalisis data dari hampir setengah juta bintang yang baru saja memasuki fase 'pasca-deret utama' atau penuaan, menggunakan data yang dikumpulkan oleh Satelit Survei Eksoplanet Transit NASA (TESS).
Para astronom secara spesifik mencari keberadaan planet-planet raksasa dengan periode orbit pendek di sekitar bintang-bintang yang menua tersebut. Mereka menemukan 130 planet dan kandidat planet di area orbit dekat, termasuk 33 penemuan baru. Temuan krusialnya adalah, frekuensi keberadaan planet-planet ini menurun secara drastis pada bintang-bintang yang sudah lebih jauh berevolusi menjadi raksasa merah.
“Ini adalah bukti kuat bahwa seiring bintang berevolusi dari deret utama mereka, mereka dapat dengan cepat menyebabkan planet berputar ke dalamnya dan dihancurkan,” jelas Dr. Brant. Tingkat kejadian planet raksasa yang mengorbit dekat turun dari sekitar 0,35 persen pada bintang yang baru memasuki fase pasca-deret utama menjadi hanya sekitar 0,11 persen pada bintang tertua yang telah mencapai fase raksasa merah. Penurunan signifikan ini mengindikasikan bahwa proses penuaan bintang adalah penyebab utama lenyapnya planet-planet terdekat.
Mekanisme penghancuran ini didorong oleh interaksi pasang surut gravitasi (tidal forces) antara bintang yang mengembang dan planet. Mirip dengan bagaimana Bulan memengaruhi pasang surut di Bumi, tarikan gravitasi bintang yang membesar secara dramatis pada planet akan melambatkan orbit planet. Perlambatan ini menyebabkan orbit planet menyusut, memaksanya berputar spiral ke dalam, hingga akhirnya hancur atau ditelan sepenuhnya oleh bintang induknya.
Temuan ini memberikan gambaran langsung tentang nasib tata surya di masa depan. Matahari kita sendiri diperkirakan akan memasuki fase raksasa merah dalam waktu sekitar lima miliar tahun. Selama transformasi tersebut, Merkurius dan Venus kemungkinan besar akan ditelan, dan meskipun Bumi diperkirakan memiliki peluang untuk bertahan hidup, kehidupan di dalamnya tidak akan mungkin ada lagi.