Sains

Ilmuwan Temukan Jenis Es Baru yang Seharusnya Tak Mungkin Ada

Ilmuwan menemukan fase es baru, Ice XXI, yang terbentuk pada suhu ruang di bawah kompresi ekstrem. Temuan ini mengisi celah fisika dan mengubah pemahaman air di luar angkasa. JClarity.

JAKARTA · Tuesday, 14 October 2025 12:00 WITA · Dibaca: 39
Ilmuwan Temukan Jenis Es Baru yang Seharusnya Tak Mungkin Ada

JAKARTA, JClarity – Tim ilmuwan internasional baru-baru ini mengumumkan penemuan fase es yang benar-benar baru, diberi nama Ice XXI, sebuah struktur kristal yang terbentuk di bawah tekanan ekstrem bahkan saat berada pada suhu ruang. Penemuan revolusioner ini menantang pemahaman konvensional tentang air dan memberikan petunjuk penting mengenai bagaimana air berperilaku di dalam bulan-bulan es di tata surya bagian luar.

Fase es padat air secara tradisional diklasifikasikan dengan angka Romawi—mulai dari Ice I (es biasa) hingga puluhan bentuk lainnya. Kehadiran Ice XXI menambah daftar tersebut, dengan keunikan bahwa es ini terbentuk ketika air cair dikenai kompresi yang sangat cepat, menciptakan apa yang disebut para ilmuwan sebagai “air bertekanan super” (supercompressed water) pada suhu kamar.

Dipimpin oleh tim peneliti dari Korea Research Institute of Standards and Science (KRISS), penemuan ini dilakukan menggunakan fasilitas sinar-X supercanggih di European XFEL dan PETRA III. Para peneliti mengamati bahwa di bawah kondisi kompresi cepat, air tetap cair hingga tekanan yang secara teoretis seharusnya sudah membentuk Ice VI—fase es yang diperkirakan ada di interior bulan-bulan es. Justru, yang terbentuk adalah Ice XXI.

“Ice XXI tidak seperti bentuk es lain yang diamati sejauh ini,” jelas peneliti. Fase baru ini bersifat *metastable*, yang berarti ia dapat bertahan untuk sementara waktu meskipun seharusnya ada jenis es lain yang lebih stabil di bawah kondisi tekanan dan suhu yang sama. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa Ice XXI memiliki struktur kristal tetragonal yang dibangun dari unit sel repetitif yang ukurannya mengejutkan.

Temuan ini, yang telah diterbitkan dalam jurnal bergengsi *Nature Materials*, menunjukkan bahwa perilaku air di bawah tekanan ekstrem jauh lebih kompleks dari yang diyakini sebelumnya. Bagi para geofisikawan, Ice XXI menawarkan wawasan baru tentang dinamika interior bulan-bulan es raksasa gas seperti Jupiter dan Saturnus, tempat air dan es berada di bawah tekanan kolosal. Penemuan ini membuka jalan bagi pengujian ulang model air yang ada dan memperluas pemahaman manusia tentang zat paling fundamental di alam semesta.

Login IG