Sains

**Ilmuwan Temukan Jenis Es Baru yang Seharusnya Tak Mungkin Ada**

Ilmuwan menemukan jenis es kristal baru bernama Es XXI yang terbentuk di suhu ruang dan tekanan ekstrem. Penemuan ini mengguncang teori air yang ada.

Jakarta · Tuesday, 14 October 2025 00:00 WITA · Dibaca: 56
**Ilmuwan Temukan Jenis Es Baru yang Seharusnya Tak Mungkin Ada**

JAKARTA, JClarity – Sebuah terobosan ilmiah yang mengejutkan baru-baru ini mengguncang pemahaman tradisional tentang air, setelah tim ilmuwan internasional berhasil mengidentifikasi fase es kristal baru yang terbentuk di bawah kondisi ekstrem, yang seharusnya mustahil terjadi. Jenis es baru ini, yang diberi nama Es XXI, ditemukan terbentuk pada suhu ruang di bawah tekanan luar biasa, sebuah fenomena yang mengubah model ilmiah tentang perilaku air di luar angkasa.

Penemuan, yang dipimpin oleh para peneliti dari Korea Research Institute of Standards and Science (KRISS) dan diterbitkan dalam jurnal bergengsi Nature Materials, menambah daftar panjang jenis es yang kini berjumlah lebih dari 20 fase berbeda. Setiap fase diberi nama dengan angka Romawi—mulai dari Es I yang umum kita temui, hingga Es XX yang sudah diketahui sebelumnya—masing-masing menunjukkan susunan molekul unik berdasarkan kombinasi tekanan dan suhu.

Keunikan Es XXI terletak pada cara pembentukannya. Tim peneliti menggunakan fasilitas sinar-X canggih di European XFEL dan PETRA III untuk mengompresi air cair secara sangat cepat. Kompresi dinamis ini memaksa air untuk tetap dalam kondisi cair hingga mencapai tekanan yang sangat tinggi, bahkan saat berada pada suhu ruang. Pada titik ini, air kemudian mengkristal menjadi Es XXI, alih-alih membentuk Es VI yang diperkirakan akan muncul dalam kondisi tekanan tersebut.

Menurut peneliti KRISS, Geun Woo Lee, kompresi cepat membuat air tetap cair hingga tekanan yang seharusnya sudah membuatnya menjadi Es VI—fase es yang diyakini ada di interior bulan-bulan es. Es XXI digolongkan sebagai jenis metastabil, artinya ia dapat bertahan untuk sementara waktu meskipun terdapat bentuk es lain yang lebih stabil di bawah kondisi yang sama.

Secara struktural, para ilmuwan mencatat bahwa Es XXI memiliki struktur kristal tetragonal yang tersusun dari unit-unit repetitif (sel unit) yang berukuran sangat besar. Temuan ini tidak hanya mengisi celah penting dalam diagram fasa air, tetapi juga memberikan wawasan baru yang berharga tentang bagaimana air berperilaku dan bertransisi di bawah tekanan ekstrem yang menyerupai lingkungan di dalam bulan-bulan es raksasa di tata surya luar.

Implikasi dari penemuan Es XXI ini sangat luas, khususnya bagi astrofisika dan geofisika planet. Dengan menunjukkan bahwa air dapat mengkristal menjadi fase yang tak terduga di bawah tekanan dinamis, penelitian ini menantang model yang ada dan mendorong komunitas ilmiah untuk memeriksa kembali pemahaman mereka tentang komposisi interior dan aktivitas tektonik di dunia air beku, seperti Ganymede, bulan Jupiter yang diselimuti es tebal.

Login IG