Ilmuwan Temukan Air Cair di Kerak Mars, Lokasi Lebih Dekat ke Permukaan Planet
Penemuan revolusioner air cair di kerak Mars pada kedalaman hanya 5,4 hingga 8 km, lebih dekat ke permukaan dari perkiraan, membuka harapan baru bagi potensi kehidupan.
JAKARTA, JClarity – Sebuah penemuan ilmiah terbaru yang signifikan telah mengguncang pemahaman kita tentang Planet Merah. Tim ilmuwan internasional, memanfaatkan data seismik dari wahana antariksa InSight milik NASA, mengumumkan temuan air cair yang terperangkap di kerak Mars pada kedalaman yang jauh lebih dangkal dari perkiraan sebelumnya.
Penelitian mutakhir ini, yang menganalisis gelombang seismik dari gempa Mars (marsquakes) dan dampak meteorit, menunjukkan keberadaan air tanah dalam jumlah besar di lapisan kerak tengah Mars, pada kedalaman antara 5,4 hingga 8 kilometer di bawah permukaan. Jarak ini secara substansial lebih dekat ke permukaan planet dibandingkan hipotesis sebelumnya yang menempatkan reservoir air cair pada kedalaman 11 hingga 20 kilometer.
Para peneliti memperkirakan bahwa volume total air yang tersembunyi di lapisan bawah tanah ini cukup untuk menutupi seluruh permukaan Mars dengan lapisan samudra setebal 520 hingga 780 meter (sekitar 1.700 hingga 2.560 kaki). Angka ini selaras dengan perkiraan jumlah air yang 'hilang' dari Mars kuno, menunjukkan bahwa air tersebut tidak sepenuhnya lepas ke luar angkasa, melainkan terserap ke dalam retakan batuan beku di kerak planet.
Temuan ini berasal dari analisis mendalam terhadap data yang dikumpulkan oleh seismometer sensitif InSight dari tahun 2018 hingga misi berakhir pada tahun 2022. Perlambatan kecepatan gelombang seismik yang terdeteksi pada kedalaman 5,4 hingga 8 kilometer menjadi indikasi kuat bahwa gelombang tersebut melewati material yang kurang padat, seperti batuan berpori yang jenuh dengan air cair. Air tersebut kemungkinan besar tetap dalam keadaan cair meskipun dalam suhu Mars yang dingin ekstrem karena tekanan tinggi dan kemungkinan konsentrasi garam yang tinggi (brine).
Implikasi dari penemuan ini sangat besar, terutama dalam pencarian kehidupan di luar Bumi. Air cair adalah prasyarat penting bagi kehidupan seperti yang kita ketahui, dan adanya sumber air yang lebih dekat ke permukaan meningkatkan peluang ditemukannya lingkungan yang layak huni di Mars, baik di masa lalu maupun saat ini. Penemuan ini juga memberikan wawasan penting bagi para perencana misi antariksa di masa depan, yang kini dapat mengarahkan pencarian mereka untuk mengakses cadangan air bawah tanah yang lebih mudah dijangkau.