Ilmuwan Jepang Kembangkan Kapal Pesiar untuk Hasilkan Energi Bersih dari Topan.
Ilmuwan Jepang di Yokohama National University mengembangkan kapal tanpa awak 'TyphoonShot' untuk mengubah topan menjadi sumber energi bersih melalui turbin ulir.
Jakarta, JClarity – Di tengah upaya global mencari sumber energi terbarukan, ilmuwan Jepang kembali mencuri perhatian dengan inovasi terbarunya: pengembangan kapal layar tanpa awak yang dirancang khusus untuk mengubah kekuatan destruktif topan menjadi energi bersih yang berharga. Kapal yang dijuluki 'TyphoonShot' ini berpotensi menandai babak baru dalam pemanfaatan energi terbarukan di lepas pantai, khususnya di kawasan rawan badai seperti Asia Tenggara.
Proyek ambisius ini dipimpin oleh Pusat Penelitian Sains dan Teknologi Topan (TRC) di Universitas Nasional Yokohama. Konsep yang diusung adalah penggunaan kapal tanpa awak yang akan berlayar di area yang masih aman namun mampu menangkap energi dari angin topan. Kapal 'TyphoonShot' ini memanfaatkan layar untuk menangkap angin samping yang dihasilkan badai, yang sekaligus mendorong kapal dan menggerakkan turbin ulir bawah air untuk menghasilkan listrik.
Associate Professor Taiga Mitsuyuki dari TRC menjelaskan bahwa penelitian yang mereka lakukan berfokus pada kapal layar tak berawak yang menggunakan angin topan sebagai penggerak, sambil secara simultan menghasilkan listrik melalui turbin ulir di bawah permukaan laut. Meskipun konsep ini telah berhasil didemonstrasikan pada skala laboratorium, beliau menekankan bahwa masih diperlukan beberapa tahapan lagi sebelum teknologi ini dapat mencapai tingkat kepraktisan atau komersial.
Jepang, yang terletak di Samudra Pasifik, rata-rata dilanda sekitar 26 topan setiap tahun, menjadikannya lokasi ideal untuk menguji dan menerapkan teknologi semacam ini. Menurut studi yang dilakukan oleh TRC, jika 100 unit kapal pembangkit listrik tenaga topan (Typhoon Power-Generation Ships/TPG-ships) ini dikerahkan, mereka berpotensi menghasilkan listrik setara dengan sekitar tiga persen dari total konsumsi energi tahunan Jepang. Selain Jepang, negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina dan Vietnam yang juga sering dilanda badai tropis dipandang sebagai pasar potensial untuk teknologi ini.
Pengembangan ini memperkuat posisi Jepang di garis depan inovasi energi angin ekstrim, melanjutkan jejak upaya sebelumnya seperti pengembangan turbin bertenaga topan (Typhoon Turbine) oleh perusahaan Challenergy. Inisiatif ini tidak hanya menawarkan solusi untuk memperkuat keamanan energi, tetapi juga mengubah citra topan, dari ancaman menjadi sumber daya, sejalan dengan kebutuhan dunia akan sumber energi bersih yang lebih andal dan berkelanjutan.