Sains

Ilmuwan Indonesia Masuk Daftar 2% Terbaik Dunia Berkat Inovasi Teknologi Bioflok Perikanan

Ilmuwan Indonesia Prof. Ardianto dari [Institusi] diakui masuk daftar 2% ilmuwan terbaik dunia (Stanford List) berkat penelitian inovatifnya di bidang teknologi bioflok perikanan.

Jakarta · Monday, 03 November 2025 18:00 WITA · Dibaca: 49
Ilmuwan Indonesia Masuk Daftar 2% Terbaik Dunia Berkat Inovasi Teknologi Bioflok Perikanan

Jakarta, JClarity – Komitmen akademisi Indonesia dalam memajukan sektor perikanan nasional kembali mendapat pengakuan internasional yang bergengsi. Seorang ilmuwan terkemuka dari salah satu universitas terbaik di Indonesia berhasil masuk dalam daftar “World’s Top 2% Scientists” yang dirilis oleh Stanford University, Amerika Serikat, berkat kontribusi signifikan dalam pengembangan dan implementasi Teknologi Bioflok Perikanan.

Pencapaian ini menyoroti kualitas penelitian Indonesia di kancah global, khususnya dalam bidang akuakultur berkelanjutan. Ilmuwan yang dimaksud adalah Prof. Dr. Ir. Ardianto, M.Sc. dari [Institusi Pendidikan Terkemuka], yang tercatat dalam daftar elit yang mengukur dampak sitasi (citation impact) dari karya ilmiah para peneliti di seluruh dunia. Prof. Ardianto diakui atas inovasi berkelanjutannya yang berfokus pada efisiensi dan keberlanjutan sistem budidaya perikanan, menjadikannya salah satu dari sedikit periset Indonesia yang menduduki peringkat tersebut.

Inovasi kunci yang mengantarkan nama Prof. Ardianto ke jajaran ilmuwan terbaik dunia adalah pengembangan mendalam pada sistem Budidaya Bioflok (Biofloc Technology/BFT). Teknologi ini merupakan solusi budidaya intensif yang ramah lingkungan. Sistem Bioflok memungkinkan budidaya ikan atau udang dengan kepadatan sangat tinggi tanpa perlu penggantian air secara berkala. Hal ini dicapai dengan memanfaatkan komunitas mikroba (flok) yang berfungsi mendaur ulang sisa pakan dan kotoran ikan menjadi biomassa yang juga dapat menjadi sumber pakan alami tambahan.

Menurut penelitian Prof. Ardianto dan tim, penerapan BFT terbukti mampu menekan biaya operasional pakan yang merupakan komponen biaya terbesar, sekaligus secara signifikan mengurangi limbah yang dibuang ke lingkungan. “Pengakuan internasional ini adalah validasi bahwa penelitian kita relevan dan berdampak. Bioflok bukan hanya teknologi, tetapi juga filosofi keberlanjutan yang esensial bagi ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan,” ujar Prof. Ardianto dalam sebuah pernyataan resmi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah lama mendorong pemanfaatan teknologi bioflok sebagai salah satu pilar utama dalam peningkatan produktivitas perikanan budidaya nasional yang efisien dan berkelanjutan. Dengan adanya pengakuan ini, diharapkan adopsi teknologi BFT oleh para pembudidaya skala kecil hingga industri dapat semakin masif, sekaligus memacu peneliti muda Indonesia lainnya untuk menghasilkan karya ilmiah yang berdampak nyata dan diakui dunia.

Login IG