Sains

Ilmuwan Ciptakan Mata Robotik yang Bisa Fokus Otomatis Tanpa Sumber Daya

Ilmuwan Georgia Tech ciptakan mata robotik lentur berbahan hidrogel yang fokus otomatis tanpa daya, hanya dengan cahaya, berpotensi merevolusi soft robotics. (160 Karakter)

JAKARTA · Saturday, 25 October 2025 11:00 WITA · Dibaca: 64
Ilmuwan Ciptakan Mata Robotik yang Bisa Fokus Otomatis Tanpa Sumber Daya

JAKARTA, JClarity – Tim peneliti dari Georgia Institute of Technology, Amerika Serikat, berhasil mengembangkan terobosan signifikan di bidang robotika dengan menciptakan 'mata' robotik yang mampu melakukan fokus otomatis hanya dengan mengandalkan cahaya, tanpa memerlukan sumber daya eksternal atau komponen elektronik. Temuan revolusioner ini berpotensi mengubah lanskap pengembangan soft robotics dan perangkat otonom masa depan.

Lensa robotik inovatif ini, yang memiliki tekstur lentur dan lunak, dibangun dari material hidrogel yang responsif terhadap cahaya. Hidrogel adalah polimer berbasis air yang dapat menahan dan melepaskan air, memungkinkannya menyusut saat dipanaskan dan mengembang saat didinginkan. Mekanisme fokusnya meniru cara kerja lensa kristalin pada mata manusia.

Penulis utama studi, Corey Zheng, seorang mahasiswa doktoral teknik biomedis di Georgia Tech, menjelaskan bahwa cincin hidrogel dibentuk di sekitar lensa silikon. Partikel gelap dari grafena oksida disisipkan ke dalam hidrogel. Ketika partikel tersebut menyerap cahaya, hidrogel memanas dan menyusut. Proses penyusutan ini kemudian secara fisik menarik lensa untuk mengubah titik fokusnya. Ketika sumber cahaya dihilangkan, hidrogel kembali mengembang ke bentuk semula.

Kekuatan lensa ini sangat luar biasa. Dalam pengujian, mata robotik ini terbukti sangat sensitif, bahkan mampu membedakan detail mikroskopis seperti bulu-bulu halus di kaki semut, lobus pada butiran serbuk sari, atau celah 4 mikrometer di antara cakar kutu. Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science Robotics pada 22 Oktober 2025.

Menurut Zheng, robot lunak menuntut pendekatan baru dalam sistem sensorik karena sering kali tidak menggunakan listrik. "Kami perlu memikirkan bagaimana robot-robot ini dapat melakukan proses sensing," ujarnya. Inovasi ini membuka jalan bagi pengembangan robot yang tidak bergantung pada baterai, dapat diintegrasikan ke dalam teknologi yang dapat dikenakan, atau beroperasi secara otonom di medan yang tidak rata atau lingkungan berbahaya.

Selain itu, adaptabilitas hidrogel juga memungkinkan lensa ini berpotensi meniru kemampuan penglihatan hewan tertentu, seperti kemampuan mata kucing mendeteksi objek berkamuflase, atau retina sotong yang berbentuk W untuk penglihatan warna yang melampaui jangkauan manusia. Para peneliti kini tengah mengintegrasikan lensa tersebut ke dalam sistem mikrofluida, di mana cahaya yang digunakan untuk pencitraan juga dapat berfungsi sebagai sumber daya untuk sistem kamera otonom yang cerdas.

Login IG