Sains

Ilmuwan Ciptakan Mata Robotik yang Bisa Fokus Otomatis Tanpa Sumber Daya

Ilmuwan Georgia Tech menciptakan mata robotik fokus otomatis yang menggunakan cahaya sebagai sumber energi, bukan listrik. Inovasi ini akan merevolusi robotika lunak dan perangkat otonom.

JAKARTA · Friday, 24 October 2025 21:00 WITA · Dibaca: 44
Ilmuwan Ciptakan Mata Robotik yang Bisa Fokus Otomatis Tanpa Sumber Daya

JAKARTA, JClarity – Terobosan signifikan dalam bidang robotika lunak berhasil dicapai oleh tim peneliti dari Georgia Institute of Technology, Amerika Serikat. Mereka telah mengembangkan sebuah 'mata robotik' revolusioner yang mampu melakukan fokus otomatis hanya dengan mengandalkan cahaya sebagai sumber energi, menghilangkan kebutuhan akan daya eksternal atau komponen elektronik tradisional.

Temuan ini berpotensi besar membuka jalan bagi pengembangan soft robotics (robotika lunak) dengan kemampuan penglihatan canggih yang tidak lagi bergantung pada baterai atau sensor listrik. Konsep mata robotik yang adaptif ini mampu memfokuskan pandangan dengan sensitivitas tinggi, bahkan diklaim mampu membedakan detail halus seperti bulu di kaki semut atau lobus pada butiran serbuk sari.

Penulis utama studi ini, Corey Zheng, seorang mahasiswa doktoral teknik biomedis di Georgia Institute of Technology, menjelaskan bahwa robotika lunak menuntut pendekatan baru dalam sistem sensorik karena seringkali tidak menggunakan listrik. "Kalau kita bicara tentang robot yang lebih lembut, lentur, mungkin tidak menggunakan listrik, maka kita perlu memikirkan bagaimana robot-robot ini dapat melakukan proses sensing,” ujar Zheng.

Mekanisme fokus pada mata robotik ini didasarkan pada material hidrogel, sebuah bahan dengan struktur polimer yang dapat menahan dan melepaskan air. Hidrogel ini bersifat termo-responsif, yang artinya akan menyusut saat dipanaskan dan mengembang saat didinginkan. Para peneliti membentuk cincin hidrogel di sekitar lensa silikon dan menyisipkan partikel grafena oksida berwarna gelap.

Ketika cahaya (baik sinar matahari maupun cahaya buatan) mengenai partikel grafena oksida, hidrogel akan memanas dan menyusut. Gerakan penyusutan inilah yang kemudian menarik lensa silikon sehingga fokus mata robotik berubah secara otomatis. Proses ini sepenuhnya digerakkan oleh energi cahaya dan merupakan respons adaptif material, meniadakan kebutuhan akan motor fokus yang memerlukan listrik.

Penemuan yang telah dipublikasikan tersebut menunjukkan bahwa hidrogel yang adaptif ini berpotensi meniru kemampuan penglihatan hewan-hewan tertentu, seperti mata kucing yang mampu mendeteksi objek tersembunyi atau retina sotong yang memungkinkan penglihatan warna di luar jangkauan manusia. Implikasi dari teknologi ini sangat luas, mulai dari teknologi yang dapat dikenakan (wearable technology) hingga perangkat otonom yang beroperasi di medan tidak rata atau lingkungan berbahaya.

Login IG