IHSG Tutup Melemah 0,07% ke 8.414, Sektor Keuangan Jadi Pemicu Pelemahan Jumat Ini.
IHSG terkoreksi tipis 0,07% ke 8.414 di akhir pekan (21/11/2025). Sektor keuangan jadi pemberat utama, menekan saham BBCA, BBRI, BBNI, dan TLKM.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (21/11/2025), di zona merah. Indeks domestik ditutup melemah tipis 0,07% atau terkoreksi 5,56 poin ke level 8.414,35. Pelemahan ini sebagian besar dipicu oleh tekanan jual yang signifikan pada saham-saham sektor keuangan berkapitalisasi besar, yang berperan sebagai pemberat utama pergerakan indeks.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif, sempat menyentuh level tertinggi di 8.432,60 sebelum akhirnya merosot dan mengakhiri hari dengan koreksi minim. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas transaksi cukup ramai dengan nilai mencapai sekitar Rp15,84 triliun hingga Rp16,47 triliun. Terdapat 352 saham yang bergerak melemah, mengungguli 274 saham yang menguat, dan 187 saham yang stagnan.
Sektor Keuangan tercatat menjadi salah satu pendorong koreksi terdalam pada hari ini, dengan pelemahan sekitar 0,61%. Selain itu, sektor lain yang juga mencatatkan penurunan signifikan adalah sektor Transportasi dan Logistik sebesar 0,60%, Infrastruktur 0,58%, dan Barang Konsumsi Primer 0,49%. Saham-saham blue chip di sektor perbankan, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tercatat menjadi laggard utama yang menekan IHSG.
Sentimen negatif global turut membebani pasar domestik. Bursa saham di Asia terpantau kompak bergerak di zona merah, menyusul pelemahan di Wall Street sehari sebelumnya, di tengah sentimen memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) di masa mendatang. Mayoritas indeks di bursa Asia, seperti Hang Seng Composite dan Nikkei 225, mengalami tekanan yang cukup dalam.
Kendati demikian, sejumlah sektor lain berhasil menahan pelemahan IHSG agar tidak jatuh lebih dalam. Sektor Teknologi memimpin penguatan dengan lonjakan 2,72%, diikuti Sektor Perindustrian sebesar 0,85%, dan Barang Konsumsi Nonprimer 0,66%. Investor asing sendiri tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp26,57 miliar di seluruh pasar, meskipun terjadi aksi beli bersih pada beberapa saham kapitalisasi besar seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).