IHSG Menguat 0,47% Awal Desember 2025: Asing Net Sell BBRI
IHSG BEI menguat 0,47% ke 8.548,78 awal Desember 2025 di tengah sentimen The Fed dan kenaikan PMI Manufaktur. Asing net sell jumbo Rp 428,2 M di BBRI.
Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai bulan Desember 2025 dengan kinerja positif, ditutup menguat signifikan di tengah sentimen domestik yang membaik.
Pada penutupan perdagangan Senin, 1 Desember 2025, IHSG tercatat melonjak 40,08 poin atau setara 0,47%, mencapai level 8.548,78. Kenaikan ini melanjutkan tren positif pasar saham Indonesia. Nilai transaksi harian tercatat cukup tinggi, mencapai sekitar Rp 21,6 triliun, dengan total 335 saham menguat, sementara 397 saham lainnya melemah, dan 224 saham stagnan.
Meskipun indeks acuan menguat, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai total Rp 120,6 miliar di seluruh pasar. Tekanan jual asing ini kembali difokuskan pada salah satu saham big caps sektor perbankan.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi target utama aksi lepas oleh investor asing, dengan nilai net sell tertinggi di pasar reguler, mencapai Rp 428,2 miliar. Akibatnya, saham BBRI masih berada dalam fase tekanan jual dan ditutup terkoreksi 1,60% ke level Rp 3.680 per saham.
Kontras dengan BBRI, beberapa saham perbankan lain justru menjadi sasaran beli bersih (net buy) asing. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net buy asing senilai Rp 171,7 miliar, mengantar saham tersebut menguat 1,51% ke Rp 8.400. Demikian pula PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mencatatkan net buy asing sebesar Rp 103,1 miliar, dengan kenaikan harga 0,62%.
Secara sektoral, penguatan IHSG didorong oleh sektor Properti dan Real Estate yang mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,8%. Sektor Industri dan Barang Baku juga turut berkontribusi positif. Sementara itu, sektor Keuangan, tempat BBRI berada, menjadi salah satu sektor yang mencatatkan pelemahan, meski tipis, sebesar 0,15%.
Kinerja positif IHSG di awal bulan ini didukung oleh sentimen dari dalam dan luar negeri. Sentimen domestik diwarnai dengan naiknya Indeks PMI Manufaktur S&P Global Indonesia ke level 53,3 pada November 2025, naik dari bulan sebelumnya 51,2. Dari eksternal, pasar mencermati optimisme pelaku pasar terhadap probabilitas pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan 10 Desember 2025, dengan probabilitas saat ini mencapai 87,4%.
Analis memproyeksikan, meskipun dibayangi sentimen net sell asing, pergerakan IHSG di pekan ini masih berpeluang untuk menguji area resistance baru didukung oleh data ekonomi domestik yang positif.