IHSG Melemah Tipis 0,03%, Saham Properti Justru Melesat Jadi Sektor Terbaik Hari Ini
IHSG ditutup melemah tipis 0,03% ke 8.271,72 pada Jumat (24/10/2025). Namun, sektor properti melesat 3,09% menjadi sektor terbaik, didorong ekspektasi suku bunga The Fed.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan jelang akhir pekan, Jumat (24/10/2025), dengan koreksi terbatas. IHSG ditutup melemah tipis 0,03% atau tergerus 2,63 poin ke level 8.271,72. Meskipun demikian, di tengah pelemahan indeks acuan tersebut, sektor properti dan real estat justru melesat kencang dan mencatatkan diri sebagai sektor dengan kinerja terbaik hari ini.
Pergerakan IHSG pada hari ini sempat menunjukkan optimisme tinggi di sesi pertama, bahkan menyentuh level tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH) baru di posisi 8.351,05. Namun, memasuki sesi kedua, tekanan jual mulai mendominasi, menyeret indeks kembali ke zona merah. Koreksi ini terjadi meski mayoritas bursa saham kawasan Asia terpantau bergerak di zona hijau.
Dari total 909 saham yang diperdagangkan, tercatat sebanyak 371 saham mengalami koreksi, sementara 295 saham berhasil menguat, dan 143 saham stagnan. Nilai transaksi harian di BEI tercatat solid, mencapai angka sekitar Rp22,39 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 28,8 miliar saham.
Menariknya, di tengah kondisi pasar yang cenderung tertekan, sektor properti dan real estat (IDX-Property) tampil memukau dengan lonjakan hingga 3,09%, menjadikannya pemimpin di antara 11 indeks sektoral. Kinerja impresif ini didukung oleh sentimen positif seputar ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga global, terutama dari The Federal Reserve (The Fed) di tengah harapan meredanya ketegangan dagang global, yang secara tradisional menguntungkan sektor properti karena berpotensi menurunkan biaya pinjaman KPR.
Selain properti, beberapa sektor lain juga mencatatkan penguatan, yaitu sektor kesehatan naik 1,65%, sektor industri menanjak 1,34%, dan sektor keuangan bertambah 0,87%. Sebaliknya, sektor teknologi menjadi penekan utama koreksi IHSG hari ini, merosot paling tajam sebesar 2,43%, diikuti oleh sektor barang baku yang turun 1,30%.
Adapun di jajaran saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi (top gainers) pada penutupan perdagangan hari ini, beberapa di antaranya termasuk saham PT Bima Ragam Rezeki Tbk (BRRC) yang terbang 34,94% dan PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) yang menguat signifikan. Pergerakan kontras antara pelemahan indeks secara umum dan lonjakan sektor tertentu menunjukkan adanya rotasi sektoral yang cukup kuat, di mana investor mulai memindahkan modalnya ke saham-saham yang dinilai undervalued atau memiliki prospek pendapatan yang cerah di kuartal mendatang.