Keuangan

IHSG Hari Ini Cetak Rekor Tertinggi Baru di 8.602, Saham Konglomerasi Terbang Tinggi.

IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di 8.602,13, didorong penguatan saham konglomerasi seperti BUMI dan DSSA akibat sentimen The Fed dan MSCI.

Jakarta · Thursday, 27 November 2025 03:00 WITA · Dibaca: 29
IHSG Hari Ini Cetak Rekor Tertinggi Baru di 8.602, Saham Konglomerasi Terbang Tinggi.

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali mencetak sejarah baru pada penutupan perdagangan Rabu (26/11/2025). Indeks acuan tersebut sukses menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) ke level **8.602,13**, menguat signifikan sebesar 0,94% atau setara 80,25 poin.

Penguatan masif IHSG ini didorong oleh aksi beli yang terfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama yang terafiliasi dengan grup konglomerasi, didukung oleh sentimen positif domestik dan global. Dari total transaksi harian yang mencapai Rp 26,7 triliun, tercatat 293 saham menguat, 365 saham melemah, dan 149 saham stagnan.

Analis pasar modal menyoroti bahwa lonjakan ini dipicu oleh dua faktor utama. Secara global, probabilitas pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), telah meningkat hingga 80%, memicu optimisme di pasar negara berkembang. Sementara itu, secara domestik, pergerakan IHSG didominasi oleh penguatan emiten-emiten yang didorong oleh isu masuknya sejumlah saham dari grup konglomerasi, seperti Grup Bakrie (BUMI) dan Grup Prajogo Pangestu (BRPT, BREN, DSSA), ke dalam indeks bergengsi MSCI.

Sektor energi menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan tertinggi sebesar 2,34%, diikuti sektor keuangan yang menguat 1,96%, dan sektor barang baku yang naik 1,68%. Beberapa saham konglomerasi yang mencatatkan kenaikan tertinggi (top gainers) dalam indeks LQ45 hari ini antara lain PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang melonjak 16,08% dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melesat 10,17%. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga menguat sebesar 3,54%.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut baik pencapaian rekor ini, memberikan gestur optimis 'To the moon' dan menyatakan bahwa penguatan IHSG didorong oleh prospek ekonomi positif yang dinilai oleh investor. Meskipun demikian, di tengah lonjakan IHSG, saham-saham ‘tradisional’ big caps seperti perbankan besar masih menghadapi tekanan jual asing kumulatif sepanjang tahun ini. Para analis memperkirakan bahwa momentum IHSG masih berpeluang berlanjut, dengan level resistance berikutnya berada di kisaran 8.615.

Login IG