Keuangan

IHSG Hari Ini 21 Oktober 2025 Naik 1,8%, Sektor Perbankan hingga Properti jadi Penopang.

IHSG Hari Ini 21 Oktober 2025 melonjak 1,8% ditopang kinerja solid saham bank *big cap* dan sektor properti yang diuntungkan insentif. Investor asing tercatat net buy.

Jakarta · Wednesday, 22 October 2025 02:00 WITA · Dibaca: 41
IHSG Hari Ini 21 Oktober 2025 Naik 1,8%, Sektor Perbankan hingga Properti jadi Penopang.

Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan hari ini, Senin (21/10/2025), dengan lonjakan signifikan, menguat sebesar 1,8%. Kenaikan ini membawa IHSG kembali menembus level psikologis baru, ditopang oleh kinerja impresif saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big cap) serta sentimen positif di sektor properti.

IHSG tercatat ditutup pada level 7.635,67, melonjak 135,04 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya. Pergerakan optimis ini didukung oleh volume transaksi yang solid, mencapai Rp17,8 triliun, dengan investor asing kembali membukukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp850 miliar di pasar reguler. Kenaikan tersebut mencerminkan optimisme pasar domestik terhadap stabilitas ekonomi dan proyeksi pertumbuhan laba kuartal IV 2025 yang semakin cerah.

Sektor keuangan menjadi motor utama penguatan indeks, dengan kenaikan kolektif melampaui 2,5%. Saham-saham bank papan atas, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, menjadi lumbung penguatan seiring dengan proyeksi ekspansi kredit yang lebih agresif, didukung oleh kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia yang dinilai akomodatif. Laporan laba kuartal III yang melampaui ekspektasi juga turut mendorong aksi beli masif pada saham-saham perbankan tersebut.

Selain perbankan, sektor properti dan real estat juga memberikan kontribusi signifikan dengan kenaikan rata-rata 1,9%. Peningkatan ini dipicu oleh kebijakan insentif properti dari pemerintah yang efektif mendorong daya beli, serta penurunan suku bunga KPR yang makin kompetitif. Beberapa saham pengembang besar, termasuk BSDE, SMRA, dan PWON, mengalami kenaikan harga yang tajam, menandakan pemulihan sektor properti yang diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun.

“Penguatan IHSG hari ini adalah kombinasi antara fundamental domestik yang kuat dan arus modal asing yang kembali masuk setelah meredanya ketidakpastian global,” ujar Kepala Riset J-Clarity Institute, Dr. Angga Pradipta. “Fokus investor kini beralih ke saham-saham defensive dengan valuasi menarik, khususnya di sektor perbankan dan properti yang merupakan cerminan langsung dari pemulihan ekonomi riil.”

Para analis memproyeksikan bahwa momentum positif ini berpotensi berlanjut dalam beberapa sesi ke depan. Namun, investor diimbau untuk tetap waspada terhadap volatilitas, mengingat level resistensi IHSG berikutnya berada di kisaran 7.700. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis data inflasi dan keputusan kebijakan moneter terbaru.

Login IG