IHSG Ditutup Terkoreksi 0,77 Persen ke 8.061: Asing Catatkan Net Sell Rp1,15 Triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah 0,77 persen ke level 8.061. Tekanan jual asing mencapai Rp1,15 triliun, didominasi saham blue chip.
Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini dengan kinerja yang kurang memuaskan, ditutup di zona merah di tengah aksi jual masif dari investor asing. Indeks acuan tersebut resmi terkoreksi sebesar 0,77 persen, atau setara dengan pelemahan 62,56 poin, membawa posisi penutupan ke level 8.061,00.
Tekanan terhadap pasar saham domestik semakin nyata dengan catatan penjualan bersih (net sell) oleh investor asing yang mencapai angka signifikan Rp1,15 triliun di seluruh pasar. Angka ini menjadi salah satu net sell harian terbesar dalam beberapa pekan terakhir, mengindikasikan sentimen risk-off yang kuat dari pemodal global.
Sepanjang hari perdagangan, pergerakan IHSG berada di rentang yang cukup fluktuatif, bergerak dari level tertinggi 8.123,56 hingga menyentuh level terendah harian di 8.055,20. Total nilai transaksi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai sekitar Rp14,5 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 25,4 miliar lembar saham. Meskipun volume tetap tinggi, dominasi transaksi jual menekan harga secara merata.
Aksi jual asing terpantau fokus pada saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (big cap) atau blue chip, terutama di sektor finansial dan teknologi yang biasanya menjadi tumpuan likuiditas. Pelemahan ini turut dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya kekhawatiran atas kenaikan suku bunga acuan global dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) yang memicu perpindahan modal dari pasar negara berkembang (emerging market).
Berdasarkan data BEI, sebanyak 368 saham mengalami pelemahan harga, jauh melebihi jumlah saham yang menguat sebanyak 150 emiten. Sementara itu, 205 saham lainnya terpantau stagnan. Analis pasar memperkirakan bahwa volatilitas akan tetap tinggi dalam jangka pendek, dengan IHSG kini menghadapi uji level support psikologis di 8.000. Investor disarankan untuk mencermati perkembangan data ekonomi global dan laporan kinerja emiten domestik sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.