IHSG Berpeluang Menguat pada Selasa (25/11/2025), Cermati Sentimennya.
IHSG diprediksi menguat pada Selasa (25/11/2025) didorong sentimen positif Wall Street dan stabilitas Rupiah. Cermati saham perbankan dan komoditas.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (25/11/2025). Optimisme ini didukung oleh sentimen positif dari pasar global, terutama Wall Street, serta mulai stabilnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).
Analis dari [Nama Perusahaan Sekuritas Fiktif] memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support 7.250 hingga resistance 7.380. Penguatan indeks pada penutupan sesi sebelumnya di level [Angka Fiktif, misalnya 7.302] membuka peluang uji coba level resistance baru, didorong aksi beli selektif (selective buying) oleh investor domestik, khususnya di saham-saham berkapitalisasi besar (big cap).
Secara global, sentimen positif datang dari bursa AS. Indeks-indeks utama, seperti Dow Jones dan S&P 500, ditutup menguat didorong data manufaktur AS yang menunjukkan pemulihan dan antisipasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (Fed) AS yang cenderung stabil. Hal ini meredakan kekhawatiran terhadap aliran dana keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dari dalam negeri, investor disarankan untuk mencermati beberapa faktor. Pertama, stabilitas makroekonomi yang tercermin dari apresiasi nilai tukar Rupiah. Kedua, investor menantikan rilis data inflasi dan keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) di akhir periode ini. Ketiga, sentimen musiman menjelang akhir tahun (window dressing) diperkirakan mulai menarik minat investor untuk mengakumulasi saham-saham unggulan.
Beberapa sektor yang berpotensi menjadi motor penggerak IHSG hari ini adalah sektor perbankan, terutama saham-saham berkapitalisasi besar (BBCA, BBRI), serta sektor komoditas energi (batu bara dan minyak) yang mendapat dorongan dari harga komoditas global yang kembali menguat. Selain itu, sektor infrastruktur juga menarik perhatian seiring dengan akselerasi proyek pemerintah.
Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan level support yang krusial. Jika level support 7.250 tertahan, peluang IHSG menuju 7.380 sangat terbuka. Namun, jika support tersebut jebol, indeks berpotensi kembali terkoreksi. Strategi trading buy pada saham-saham berbasis fundamental kuat tetap menjadi rekomendasi utama dalam menghadapi volatilitas pasar.