Keuangan

IHSG Anjlok Hampir 3% di Akhir Sesi I pada Senin (27/10), Ini Biang Keroknya

IHSG merosot tajam hampir 3% pada sesi I hari Senin (27/10). Kekhawatiran global terhadap kebijakan The Fed dan aksi jual asing masif menjadi pemicu utama kejatuhan indeks.

JAKARTA · Tuesday, 28 October 2025 04:00 WITA · Dibaca: 52
IHSG Anjlok Hampir 3% di Akhir Sesi I pada Senin (27/10), Ini Biang Keroknya

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan pertama hari Senin (27/10) dengan kinerja yang sangat memprihatinkan. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini ambruk hampir 3% setelah sentimen negatif global memicu aksi jual masif di pasar domestik.

Hingga penutupan sesi I pukul 12.00 WIB, IHSG terpantau melemah tajam sebesar 2,95%, atau kehilangan lebih dari 200 poin, dan parkir di level 6.755. Angka ini merupakan level terendah sejak awal kuartal keempat. Pelemahan telah terasa sejak bel pembukaan, di mana indeks langsung memasuki zona merah dan tidak pernah pulih hingga istirahat siang.

Biang kerok utama dari kejatuhan hari ini tak lain adalah kekhawatiran global yang dipicu oleh sinyal *hawkish* dari The Federal Reserve Amerika Serikat. Spekulasi mengenai kenaikan suku bunga acuan AS yang lebih agresif dari perkiraan, di tengah data inflasi yang masih tinggi, membuat investor global kembali menarik dananya dari aset berisiko di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Imbal hasil obligasi AS (US Treasury yield) yang kembali melesat turut memperburuk suasana, menjadikan aset dolar lebih menarik.

Dampak langsung dari sentimen ini terlihat jelas pada pergerakan dana asing. Data BEI mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih (*net sell*) yang signifikan, mencapai lebih dari Rp1,2 triliun hanya dalam Sesi I. Saham-saham *big caps* dari sektor keuangan dan teknologi, yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga dan arus modal, menjadi target utama penjualan, yang kemudian menyeret turun saham-saham lapis kedua.

Analis Pasar Modal dari J-Capital, Budi Santoso, menilai investor sebaiknya menahan diri dalam jangka pendek. “Tekanan jual ini didominasi oleh faktor eksternal dan momentum jangka pendek. Kami memprediksi IHSG akan mencoba mempertahankan level psikologis 6.700 di sesi kedua, namun pembalikan arah signifikan baru akan terjadi setelah ada kejelasan mengenai keputusan The Fed di awal bulan depan. Ini saatnya *wait and see* atau masuk secara bertahap pada saham-saham yang fundamentalnya kuat,” ujar Budi, menyarankan agar investor tetap berpegangan pada fundamental perusahaan.

Login IG