Keuangan

IHSG Ambruk 2,22% ke 7.944, Menkeu Purbaya: Nggak Apa-apa.

IHSG anjlok 2,22% ke 7.944 pada 18 Oktober 2025. Pejabat senior Purbaya merespons santai, menyebut penurunan itu koreksi sehat akibat sentimen global.

Jakarta · Saturday, 18 October 2025 19:00 WITA · Dibaca: 54
IHSG Ambruk 2,22% ke 7.944, Menkeu Purbaya: Nggak Apa-apa.

Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup anjlok secara signifikan pada perdagangan Jumat, 18 Oktober 2025. IHSG terperosok 2,22% atau kehilangan 180 poin, menutup sesi perdagangan di level 7.944. Kejatuhan ini terjadi di tengah sentimen global yang memburuk dan aksi jual masif investor asing.

Pejabat Senior Bidang Moneter dan Fiskal, Purbaya, merespons koreksi tajam tersebut dengan pernyataan menenangkan. Menurutnya, pelemahan pasar saham ini merupakan sebuah koreksi yang sehat dan bersifat temporer, didorong oleh faktor-faktor eksternal yang berada di luar kontrol domestik.

“Nggak apa-apa. Secara fundamental, perekonomian kita masih sangat kuat. Laju pertumbuhan masih solid, dan inflasi terkendali,” ujar Purbaya dalam sebuah konferensi pers virtual yang digelar tak lama setelah penutupan pasar. “Penurunan hari ini lebih disebabkan oleh sentimen global, terutama kekhawatiran terkait potensi kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat yang memicu perpindahan modal sementara.”

Aksi jual terpusat pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama di sektor keuangan dan teknologi. Sepanjang hari, nilai transaksi mencapai angka yang tebal, namun didominasi oleh penjualan (net sell) investor asing yang tercatat mencapai ratusan miliar rupiah. Analis menilai bahwa investor saat ini sedang melakukan rebalancing portofolio sebagai antisipasi terhadap ketidakpastian geopolitik di kawasan Eropa dan data manufaktur Tiongkok yang melambat.

Purbaya menekankan bahwa otoritas fiskal dan moneter akan terus memonitor perkembangan pasar secara ketat. Ia juga memastikan bahwa kebijakan makroekonomi yang pro-stabilitas akan terus diterapkan untuk menjaga kepercayaan investor jangka panjang. “Kami melihat ini sebagai peluang beli bagi investor domestik yang percaya pada fundamental bangsa. Koreksi adalah bagian dari pasar,” pungkasnya, menyerukan masyarakat untuk tetap tenang dan fokus pada investasi jangka panjang.

Login IG