Sains

Identik dengan Halloween, Labu Ternyata Bisa Simpan Bahan Kimia Beracun.

Labu Halloween dapat menyimpan Cucurbitacin, senyawa kimia beracun yang memicu 'Sindrom Labu Beracun'. Kenali penyebab, gejala, dan cara menghindari keracunan.

Jakarta · Sunday, 02 November 2025 01:00 WITA · Dibaca: 47
Identik dengan Halloween, Labu Ternyata Bisa Simpan Bahan Kimia Beracun.

Jakarta, JClarity – Di tengah maraknya perayaan Halloween dan tradisi mengukir jack-o'-lantern, labu (Cucurbita) dikenal sebagai salah satu ikon musiman paling populer. Namun, di balik penampilannya yang meriah, labu, bersama dengan anggota keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae) lainnya, ternyata dapat menyimpan potensi bahaya berupa senyawa kimia beracun yang dikenal sebagai Cucurbitacin.

Para ahli hortikultura dan toksikologi telah lama mewaspadai kondisi yang secara informal disebut sebagai 'Sindrom Labu Beracun' (Toxic Squash Syndrome). Cucurbitacin adalah senyawa alami yang diproduksi oleh tanaman sebagai mekanisme pertahanan diri terhadap herbivora. Senyawa ini, jika dikonsumsi dalam konsentrasi tinggi, dapat menyebabkan keracunan serius, terutama yang memengaruhi sistem pencernaan.

Konsentrasi Cucurbitacin biasanya sangat rendah pada varietas labu yang dibudidayakan secara komersial dan ditujukan untuk konsumsi. Namun, peningkatan kadar zat pahit ini dapat terjadi akibat beberapa faktor. Penyebab utamanya meliputi kondisi stres lingkungan—seperti kekeringan atau fluktuasi suhu ekstrem—atau, yang paling umum, persilangan (cross-pollination) yang tidak disengaja dengan jenis labu hias (ornamental gourds) atau varietas liar yang secara genetik memang memiliki kadar Cucurbitacin tinggi.

Gejala keracunan Cucurbitacin seringkali timbul dalam beberapa jam setelah konsumsi. Tanda-tanda khas meliputi mual, muntah parah, diare, dan kram perut yang hebat. Dalam kasus yang ekstrem, dehidrasi parah bisa terjadi, yang membutuhkan penanganan medis segera. Para ahli menekankan bahwa rasa pahit yang ekstrem pada labu yang dimasak adalah indikator paling jelas dari tingginya kadar Cucurbitacin. Masyarakat diimbau untuk segera menghentikan konsumsi apabila mencicipi rasa yang sangat pahit pada labu atau zucchini.

Untuk meminimalkan risiko, masyarakat disarankan untuk memastikan labu yang akan diolah atau dikonsumsi berasal dari sumber terpercaya yang membudidayakan varietas pangan (food-grade), bukan varietas hias. Meskipun kasus keracunan parah jarang terjadi, kesadaran akan 'Sindrom Labu Beracun' ini menjadi penting, terutama bagi mereka yang menanam labu sendiri di pekarangan rumah, di mana persilangan tak terduga lebih mungkin terjadi. Peringatan musiman ini diharapkan dapat menjaga perayaan Halloween tetap meriah sekaligus aman dari potensi risiko kesehatan.

Login IG