Sains

Hujan Jakarta Mengandung Mikroplastik, BRIN Ingatkan Risikonya.

BRIN umumkan temuan mikroplastik dalam air hujan Jakarta. Penelitian ini menyoroti risiko kesehatan serius dari partikel plastik terhirup. Jakarta didesak perbaiki pengelolaan sampah.

Jakarta · Saturday, 18 October 2025 21:00 WITA · Dibaca: 58
Hujan Jakarta Mengandung Mikroplastik, BRIN Ingatkan Risikonya.

JAKARTA, JClarity – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan temuan yang mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan: air hujan di Jakarta terbukti mengandung partikel mikroplastik. Temuan ini menunjukkan bahwa polusi plastik bukan lagi hanya masalah daratan atau lautan, tetapi telah menyusup ke siklus air atmosfer, menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat ibu kota.

Penelitian yang dilakukan oleh tim riset BRIN mengidentifikasi keberadaan berbagai jenis polimer plastik di dalam sampel air hujan yang dikumpulkan dari beberapa titik di Jakarta. Jenis-jenis polimer yang ditemukan mencakup Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), dan Polyethylene Terephthalate (PET), yang merupakan material umum dalam produk kemasan sehari-hari, tekstil sintetis, dan perlengkapan rumah tangga. Konsentrasi partikel mikroplastik ini bervariasi, menegaskan bahwa Jakarta menghadapi masalah kontaminasi udara dan air yang kompleks.

BRIN secara tegas mengingatkan masyarakat dan pemangku kebijakan mengenai risiko kesehatan yang menyertai temuan ini. Kepala Pusat Riset terkait di BRIN menyoroti bahwa partikel mikroplastik berukuran sangat kecil berpotensi terhirup (inhalasi) oleh manusia saat hujan turun atau bahkan saat partikel tersebut melayang di udara. Risiko ini diperparah di wilayah urban dengan tingkat polusi udara yang tinggi.

Risiko kesehatan yang paling dikhawatirkan mencakup masalah pernapasan, iritasi paru-paru, dan potensi masuknya zat kimia berbahaya yang melekat pada permukaan mikroplastik ke dalam sistem biologis. Mikroplastik bertindak sebagai 'kapal' pembawa polutan lain, yang dapat memicu respon peradangan dan berpotensi mengganggu sistem endokrin dalam jangka panjang, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Menanggapi temuan ini, BRIN mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera memperkuat regulasi dan praktik pengelolaan sampah plastik, khususnya sampah sekali pakai, serta meningkatkan upaya pemantauan kualitas udara. Edukasi publik mengenai bahaya mikroplastik dan pentingnya mengurangi sumber polusi harus menjadi prioritas untuk menekan laju kontaminasi yang kini telah mencapai lapisan atmosfer kota metropolitan.

Login IG