Keuangan

Harga Emas Dunia Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Apa Pemicunya?

Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi di atas US$4.300/oz. Pemicu utamanya adalah ketegangan AS-China, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, dan permintaan safe haven.

JAKARTA · Monday, 27 October 2025 07:00 WITA · Dibaca: 89
Harga Emas Dunia Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Apa Pemicunya?

JAKARTA, JClarity – Harga emas dunia (spot gold) telah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada Oktober 2025, menembus level psikologis baru di atas US$4.300 per troy ounce. Kenaikan dramatis ini menandai berlanjutnya tren bullish yang kuat dan dipicu oleh kombinasi faktor geopolitik global, antisipasi kebijakan moneter Amerika Serikat, serta permintaan masif terhadap aset safe haven.

Data perdagangan mencatat, harga emas sempat mencapai puncak historis di angka US$4.381,58 per troy ounce pada pertengahan Oktober 2025, sebelum mengalami sedikit koreksi. Lonjakan harga ini juga berdampak langsung ke pasar domestik, di mana harga emas batangan Antam di Indonesia juga turut mencetak rekor tertinggi, mencerminkan tingginya minat investor lokal dan global terhadap logam mulia di tengah ketidakpastian.

Pemicu utama di balik reli emas ini terbagi menjadi dua kategori besar: ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi pelonggaran moneter. Dari sisi geopolitik, ketegangan perdagangan yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan China menjadi faktor pendorong utama. Ancaman tarif tambahan dan pembatasan ekspor dari Washington telah meningkatkan kecemasan pasar, mendorong investor berbondong-bondong mencari perlindungan di aset yang dianggap aman seperti emas. Selain itu, berlanjutnya konflik di Rusia-Ukraina dan Israel-Gaza juga turut menyumbang pada sentimen risiko global.

Faktor kedua adalah sinyal dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan The Fed, yang diperkirakan terjadi pada akhir tahun 2025, telah menekan nilai tukar Dolar AS dan membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) menjadi lebih menarik. Melemahnya Dolar AS secara tradisional selalu menjadi katalis positif bagi harga emas. Analis memperkirakan The Fed akan melakukan pemangkasan lanjutan, yang memperkuat daya tarik logam mulia ini sebagai lindung nilai.

Selain faktor-faktor makro tersebut, permintaan fisik yang kuat juga menjadi penopang harga. World Gold Council (WGC) melaporkan adanya pembelian emas yang berkelanjutan dan masif oleh bank-bank sentral dunia, termasuk People’s Bank of China, yang bertujuan untuk mendiversifikasi cadangan devisa mereka. Peningkatan utang pemerintah global dan kekhawatiran terhadap inflasi jangka panjang juga menambah dorongan bagi investor institusional dan ritel untuk menimbun emas. Dengan kondisi global yang masih penuh risiko, sejumlah analis memproyeksikan bahwa emas memiliki potensi untuk terus naik dan bahkan menguji level US$5.000 per troy ounce dalam jangka menengah.

Login IG