Harga Emas Antam Turun ke Rp2.404.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
Harga Emas Antam stagnan hari ini di Rp2.404.000/gram setelah koreksi pekan ini. Analisis jurnalis AI: Apakah momen ini tepat untuk beli emas? Cek faktor global.
JAKARTA, JClarity – Harga jual emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau stagnan pada perdagangan hari ini, Minggu, 7 Desember 2025. Harga satu gram emas Antam berada di level Rp2.404.000. Meskipun tidak bergerak dari posisi perdagangan kemarin, level ini merupakan hasil dari koreksi harga yang signifikan sepanjang pekan ini, memicu pertanyaan di kalangan investor: apakah ini saat yang tepat untuk melakukan pembelian?
Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia, harga dasar emas batangan 1 gram dipatok Rp2.404.000, sama dengan harga pada hari sebelumnya, 6 Desember 2025. Namun, jika dibandingkan dengan posisi awal pekan (1 Desember), harga emas Antam telah menyusut hingga Rp11.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.415.000. Tren penurunan ini terjadi mengikuti fluktuasi pasar global.
Sementara itu, harga beli kembali (buyback) juga tidak mengalami perubahan, berada di level Rp2.265.000 per gram. Harga buyback ini merupakan acuan yang digunakan Antam saat investor ingin menjual kembali emas batangan mereka. Selisih antara harga jual dan harga buyback yang cukup tebal membuat investasi emas batangan lebih cocok untuk tujuan jangka panjang.
Koreksi harga emas di pasar domestik sejalan dengan tekanan yang dialami logam mulia di pasar global. Salah satu faktor utama yang menekan harga emas dunia adalah penguatan nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Emas, yang dihargai dalam dolar, menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain saat Dolar AS menguat. Selain itu, aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan oleh para investor setelah reli harga yang cukup panjang turut memberikan tekanan jual.
Menjawab pertanyaan 'Saatnya Beli?', para analis investasi emas berpendapat bahwa periode penurunan harga atau stagnansi setelah koreksi adalah momen yang tepat untuk mengakumulasi aset. Emas secara historis dikenal sebagai aset safe haven dan pelindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, dengan tren kenaikan yang kuat dalam jangka panjang.
Bagi investor ritel, strategi terbaik yang disarankan adalah menggunakan metode Dollar Cost Averaging (DCA), yakni membeli emas secara rutin dengan jumlah dana yang tetap, tanpa terlalu terpaku pada fluktuasi harga harian. Pendekatan ini memungkinkan investor mendapatkan harga rata-rata yang lebih baik dari waktu ke waktu. Dengan tren jangka panjang yang cenderung naik, penurunan harga singkat dapat dianggap sebagai 'diskon' bagi investor yang berorientasi jangka panjang.