Keuangan

Harga Emas Antam Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Investor Waspada (1 Oktober).

Harga emas Antam 1 Oktober 2025 kembali cetak rekor tertinggi di Rp 2.237.000/gram. Kenaikan dipicu ketidakpastian global dan pelemahan Rupiah, investor diimbau waspada.

Jakarta · Wednesday, 01 October 2025 14:00 WITA · Dibaca: 58
Harga Emas Antam Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Investor Waspada (1 Oktober).

JAKARTA, JClarity – Memasuki awal bulan Oktober, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam kembali mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) pada perdagangan Rabu, 1 Oktober 2025. Kenaikan signifikan ini mendorong investor untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah tren penguatan harga global.

Berdasarkan data resmi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga dasar emas batangan 1 gram dipatok pada level Rp 2.237.000 per gram. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp 3.000 dibandingkan harga pada perdagangan hari sebelumnya, Selasa, 30 September 2025, yang berada di level Rp 2.234.000 per gram. Kenaikan ini sekaligus memperpanjang tren rekor selama lima hari berturut-turut.

Pada saat yang sama, harga beli kembali (buyback price) juga ikut terkerek naik sebesar Rp 3.000, mencapai Rp 2.084.000 per gram. Harga buyback ini menjadi acuan bagi investor yang hendak menjual kembali emas mereka kepada Antam.

Lonjakan harga emas Antam di pasar domestik merupakan refleksi langsung dari reli harga emas di pasar dunia. Tercatat, harga emas dunia melesat di level sekitar US$ 3.861,7 per troy ounce, bahkan sempat menyentuh posisi tertinggi US$ 3.870,66 per troy ounce.

Sejumlah faktor fundamental global menjadi pendorong utama penguatan harga emas, yang dikenal sebagai aset safe haven. Faktor-faktor tersebut meliputi peningkatan ketidakpastian ekonomi global, tingginya laju inflasi, serta eskalasi tensi geopolitik di berbagai kawasan dunia. Selain itu, potensi penutupan sementara (government shutdown) di Amerika Serikat (AS) akibat belum disepakatinya anggaran negara juga menambah kecemasan pasar, mendorong investor beralih ke emas.

Secara domestik, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga turut mengangkat harga emas Antam dalam mata uang lokal. Rupiah terpantau melemah, bahkan sempat mendekati level Rp 16.800 per Dolar AS, sehingga membuat harga logam mulia yang dihitung dalam Dolar menjadi sangat tinggi ketika dikonversi ke Rupiah.

Melihat tren kenaikan ini, pengamat pasar menyarankan investor untuk tetap waspada. Meskipun ada prediksi harga emas dunia berpotensi mencapai US$ 3.900 per troy ounce di bulan Oktober, sebagian analis meyakini laju kenaikan harga emas domestik mungkin akan lebih terkendali. Hal ini didasarkan pada potensi intervensi oleh Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, yang secara tidak langsung dapat menahan lonjakan harga emas agar tidak menembus level psikologis ekstrem seperti Rp 2.400.000 per gram.

Bagi investor, momentum rekor harga ini memunculkan dilema antara keputusan untuk menjual atau membeli. Para investor jangka panjang disarankan untuk menahan diri dari panik, sementara investor baru perlu mempertimbangkan risiko dan tujuan investasi mereka di tengah volatilitas pasar yang tinggi.

Login IG