Keuangan

Harga Emas Antam Hari Ini Meledak! 1 Gram Tembus Rp 2,34 Juta, Pasar Logam Mulia Bergolak

Harga emas Antam hari ini stabil di rekor tertinggi Rp 2.239.000 per gram setelah lonjakan tajam. Pasar bergolak didorong ketidakpastian global & ekspektasi The Fed.

JAKARTA · Monday, 06 October 2025 02:00 WITA · Dibaca: 33
Harga Emas Antam Hari Ini Meledak! 1 Gram Tembus Rp 2,34 Juta, Pasar Logam Mulia Bergolak

JAKARTA, JClarity – Pasar logam mulia nasional kembali diguncang lonjakan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Meskipun harga pada hari ini, Minggu (5/10/2025), dilaporkan stabil di level tertingginya, gejolak harga sepanjang pekan terakhir telah membawa harga dasar emas 1 gram Antam mencetak rekor baru, menembus angka yang sangat fantastis, mencerminkan kegelisahan pasar global yang semakin memanas.

Data terakhir menunjukkan bahwa harga jual emas Antam per gram berada di level rekor Rp 2.239.000, melanjutkan tren kenaikan tajam yang terjadi pada hari sebelumnya. Angka ini secara historis merupakan titik tertinggi sepanjang masa, memperbarui rekor sebelumnya. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) juga bertahan di level Rp 2.087.000 per gram. Kenaikan harga emas yang eksplosif ini mengindikasikan pasar sedang berada dalam fase "turbulensi" yang signifikan, meskipun angka yang mencapai Rp 2,34 juta di beberapa perkiraan analis menjadi simbol dari proyeksi harga di masa depan yang akan segera tercapai.

Kenaikan drastis harga emas Antam di Indonesia tidak terlepas dari reli harga emas di pasar global. Salah satu faktor pendorong utama adalah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang membuat emas semakin diminati sebagai aset safe haven atau lindung nilai. Konflik internasional dan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global mendorong investor, baik institusi maupun ritel, untuk berbondong-bondong mengalihkan portofolio mereka ke logam mulia.

Selain sentimen global, kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), juga memberikan kontribusi signifikan. Ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga The Fed di tengah risiko yang meningkat membuat emas—aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga—menjadi lebih menarik dibandingkan obligasi. Ditambah lagi, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS turut memperburuk kondisi harga, sebab harga emas dunia dikonversi ke Rupiah, sehingga pelemahan mata uang domestik otomatis mendongkrak harga jual emas Antam di pasaran.

Analis pasar memprediksi volatilitas harga emas akan terus berlanjut. Permintaan yang kuat dari bank sentral di berbagai negara, seperti Tiongkok dan Rusia, untuk mendiversifikasi cadangan mereka dari Dolar AS menjadi pendorong struktural jangka panjang. Bagi investor, lonjakan harga ini adalah sinyal bahwa mengamankan aset dari risiko inflasi dan ketidakpastian ekonomi merupakan prioritas utama, menjadikan emas sebagai pilihan investasi yang tidak lekang oleh waktu.

Login IG