Harga Bitcoin Tembus Rekor Baru, Sentuh Rp 2,07 Miliar per Koin.
Harga Bitcoin (BTC) tembus rekor baru, melampaui Rp 2,07 Miliar per koin. Kenaikan didorong kuat oleh arus masuk ETF Bitcoin dan sentimen makroekonomi global.
JAKARTA, JClarity – Harga aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin (BTC), kembali mencetak sejarah dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH) baru. Pada perdagangan global, harga Bitcoin sempat menyentuh level US$125.689 per koin, yang jika dikonversi dengan asumsi kurs Rupiah, nilainya melampaui Rp 2,07 miliar per keping. Kenaikan signifikan ini menandai momentum bullish yang kuat di pasar aset digital.
Lonjakan harga yang terjadi pada Minggu (5/10/2025) malam hingga Senin pagi (6/10/2025) ini berhasil melampaui rekor ATH sebelumnya yang tercatat pada pertengahan Agustus 2025 di kisaran US$124.500 (sekitar Rp 2,06 miliar). Berdasarkan data terbaru, Bitcoin sempat stabil di kisaran US$123.000 hingga US$125.000, mendorong kapitalisasi pasar kripto global kembali ke tingkat yang sangat tinggi.
Para analis pasar sepakat bahwa penguatan dramatis ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor fundamental dan sentimen makroekonomi global. Pendorong utama adalah arus masuk dana yang kuat ke instrumen bursa yang diperdagangkan di bursa (ETF) Spot Bitcoin di Amerika Serikat. Dana investasi institusional yang terus mengalir masuk melalui skema ETF ini meningkatkan likuiditas dan memperkuat legitimasi Bitcoin sebagai kelas aset yang sah.
Selain faktor ETF, sentimen global mengenai kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) juga menjadi katalis. Spekulasi mengenai potensi pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada akhir tahun ini atau awal tahun depan mendorong investor mencari aset safe haven atau lindung nilai. Dalam konteks ketidakpastian ekonomi dan kekhawatiran inflasi global, Bitcoin semakin dipersepsikan sebagai 'emas digital' yang menawarkan nilai penyimpanan terbatas (scarcity) dengan total suplai hanya 21 juta koin.
Analis pasar kripto, Rekt Capital, mencatat bahwa pergerakan harga saat ini menunjukkan pola yang secara historis sering mendahului pergerakan menuju level resistensi yang lebih tinggi. Beberapa pihak bahkan memproyeksikan bahwa Bitcoin masih memiliki ruang untuk reli lanjutan, dengan target jangka panjang diproyeksikan dapat mencapai USD 187.000 (sekitar Rp 3,03 miliar). Momentum ini juga didukung oleh data on-chain yang menunjukkan bahwa pasar Bitcoin belum berada dalam kondisi overbought atau jenuh beli yang ekstrem, sehingga peluang untuk kenaikan lebih lanjut masih terbuka. Investor domestik diimbau untuk tetap menerapkan manajemen risiko yang cermat di tengah volatilitas pasar yang tinggi.